Mengingat Panic Buying Awal Pandemi Agar Tak Terulang Selama Bulan Ramadan

Andrew FrancoisAndrew Francois - Minggu, 10 April 2022
Mengingat Panic Buying Awal Pandemi Agar Tak Terulang Selama Bulan Ramadan

Hindari kalap belanja. (Foto: Unsplash/John Cameron)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMINGGU jelang Ramadan, dari pasar tradisional hingga supermarket tampak penuh pembeli. Mereka memborong beberapa barang kebutuhan selama 'bulan puasa'. Tak jarang, pengeluaran jadi semakin besar tiap kali menjalani Ramadan di tiap tahun. Bahkan, pengeluaran tersebut belum ditambah alokasi dana khusus lebaran.

Berdasar survei SurveySensum melibatkan 1.500 responden di Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Bandung pada 25 Februari hingga 5 Maret 2022 memperlihatkan Warga +62 menyiapkan rata-rata Rp6,9 juta khusus belanja Ramadan 2022 atau naik sebesar sepuluh persen dibanding Ramadan ketika masa awal pandemi.

Bahkan, 57 persen responden mengaku akan memiliki pengeluaran lebih besar pada Ramadan 2022, sementara hanya 4 persen punya rencana mengetatkan pengeluaran, sedangkan 39 persen lainnya ingin mengubah atau mengadaptasi pengeluaran.

Sudah menjadi kebiasan tiap kali Ramadan dibarengi dengan peningkatan kebutuhan. Hal tersebut tentu saja tak bisa dihindari, namun bukan berarti tak bisa dikendalikan. Sebab, tiap orang harus bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangannya.

Kalap belanja selama Ramadan jangan dijadikan sebuah pemakluman. Apalagi, puasa justru melatih agar menahan diri terhadap segala bentuk napsu, termasuk napsu ingin memborong barang padahal tidak terlalu dibutuhkan.

Selain itu, kebiasaan kalap belanja jelas tidak baik karena dapat menyebabkan harga barang dan bahan pokok menjadi tidak stabil seperti terjadi pada saat awal masa pandemi. Ketika itu masyarakat menyetok barang, bahan makanan, hingga kebutuhan pokok sebanyak-banyaknya agar tak perlu keluar rumah.

Baca juga:

Ramadan, Momen Tepat untuk Terhubung dengan Lingkungan

Panic buying sebabkan kelangkaan barang. (Foto: Unsplash/Mick Haupt)

Perilaku kalap belanja seperti itu justru membuat permintaan barang jauh lebih tinggi dari suplai sehingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga begitu tinggi. Fenomena panic buying pada masa awal pandemi sejatinya bisa jadi pembelajaran banyak pihak agar tak perlu diulang selama Ramadan.

Di masa awal pandemi, fenomena panic buying terjadi di banyak tempat bahkan tak cuma di Indonesia. Incarannya, tentu saja masker, obat, multivtamin, hingga susu berlogo beruang. Di pasaran, barang-barang tersebut sulit ditemukan dan kalau pun ada harganya melambung tinggi.

Ada sejumlah cara bisa dilakukan agar panic buying atau kalap belanja tidak terulang selama Ramadan. Coba berpikir positif agar tidak mengalami rasa cemas, khawatir, dan ketakutan berlebihan sehingga harus membeli beberapa barang dalam jumlah besar karena takut kehabisan. Selalu gunakan logika secara jernih ketika mengecek ketersediaan barang di pasar.

Selain itu pastikan untuk selalu berbelanja hanya sesuai porsi dan kondisi, karena seperti pada saat masa pandemi Covid-19 banyak berbelanja melebihi kebutuhan hingga tak jarang bahan makanan malah membusuk atau lewat masa konsumsinya.

Baca juga:

Jelang Ramadan, Siapkan 3 Hal Berikut Ini

Masyarakat sebaiknya jangan khawatir berlebihan sehingga panic burying. (Foto: pixabay/antonio_cansino)

Jangan mudah terlena potongan harga atau momen flash sale. Jika memang barang tersebut dibutuhkan tentu saja boleh dibeli dengan tetap sesuai kebutuhan. Namun, kalau tak butuh buat apa harus dipaksa membeli. Sebaiknya buat daftar belanja secara rinci agar tidak 'lapar mata'. Dari situ, kamu jadi tahu mana kebutuhan dan mana keinginan. Pisahkan dua hal tersebut secara tegas. Jangan sampai kebutuhan dan keinginan tercampur.

Dengan berbelanja sesuai kebutuhan maka kamu menjadi orang biijak. Begitu kalap belanja apalagi sampai mengorbankan harus berhutang karena malu menjalani puasa dan lebaran dengan sederhana, maka keuanganmu akan terganggu di kemudian hari. Puasa bukannya menjernihkan diri dari napsu malah menjadi 'hamba hutang'. (waf)

Baca juga:

Ketua DPD Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan Bahan Pangan Jelang Ramadan

#Tren Fesyen #Fashion #Ramadan #April Tematik +62 Bicara Kangen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan