Mengenang Willi Smith, Perancang Busana Tahun 70-an
Pameran yang diadakan untuk mengapresiasi seluruh karya Willi Smith. (Foto:The Cooper Hewitt)
KARYA perancang busana Willi Smith, kembali dihadirkan dalam pameran yang bertempat di New York. Pria yang telah meninggal di tahun 1987 pada usianya yang ke 39 tahun ini merupakan perancang busana yang sedang naik daun pada pertengahan 1970-an.
Willi Smith lahir di dalam keluarga kurang mampu. Dimana sang ayah merupakan seorang pekerja besi, sedangkan neneknya menggantungkan hidupnya sebagai petugas kebersihan. Karena kurangnya uang untuk membeli pakaian, ibu Willi Smith bertugas untuk menjahit seluruh pakaian seluruh anggota keluarga.
Baca juga:
Dikutip Smithsonian Magazine, Willi mengatakan bahwa jumlah pakaian yang berada di rumahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah makanan di rumahnya. Oleh karena itu Willi terinspirasi untuk membuat pakaian dengan harga yang dapat dijangkau semua kalangan.
Pameran “Willi Smith: Street Couture" yang bertempat di Cooper Hewitt, New York ini telah dibuka sejak Maret 2020, tetapi karena kasus COVID-19, maka Cooper Hewitt ditutup. Pameran ini kemudian dibuka kembali pada 10 Juni 2021 hingga 24 Oktober 2021. Pameran ini diadakan untuk menampilkan kembali karya milik salah satu perancang kenamaan pada saat itu. Untuk dapat melihat koleksi Willi dalam pameran ini, pengunjung tidak dikenai biaya.
Baca juga:
Keinginan Willi Smith untuk menggabungkan desain yang terinspirasi dari merek ternama dengan desain fesyen yang dijual secara massal ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal itu mendorong Willi untuk mengeluarkan WilliWear. Pasalnya, desain busana yang dihasilkan Willi dinilai dapat merepresentasikan semua orang dengan bentuk tubuh hingga tingkat ekonomi yang berbeda.
Dalam pameran ini, pengunjung akan disuguhkan dengan seluruh desain baju milik Willi yang terkesan sangat sederhana dan mudah untuk dikenali. Seperti satu set bau yang terdiri dari celana pendek katun dengan motif garis, mantel wol tebal yang dipadukan dengan tunik yang terikat.
Willi membuat seluruh karyanya terlihat sederhana agar para pembeli dapat menyesuaikan pakaian yang dibelinya dengan pakaian yang dimilikinya dirumah. Willi sendiri menyebutkan bahwa pakaiannya merupakan pakaian pelengkap yang tidak luar biasa. Namun walaupun Willi telah berhasil mencapai puncak kesuksesan, dirinya tidak memindahkan kantornya yang pada saat itu berada ditengah daerah Tribeca yang dikenal sebagai daerah yang kumuh. Sebal Tribeca merupakan sumber inspirasi Willi karena dipenuhi oleh para seniman. (cit)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025