Fashion

Lebih Awet Mana, Bahan Kulit Vegan atau Hewan?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Juli 2021
Lebih Awet Mana, Bahan Kulit Vegan atau Hewan?

Mulai bermunculan berbagai tas kulit vegan sulit dibedakan dari kulit hewan. (Foto: vegnews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DARI Cartier hingga Hermes, semakin banyak merek mewah yang memperkenalkan alternatif bahan kulit. Mereka menawarkan pilihan kepada konsumen yang makin sadar akan dampak konsumsi pada kelestarian alam.

Munculnya berbagai tas kulit vegan sulit dibedakan dari kulit hewan. Bagi mereka yang telah lama mengasosiasikan kulit imitasi dengan pleather PVC yang mengelupas dan tidak tahan lama, kulit alternatif baru ini akan mengubah pandangan kamu. Kulit vegan Senreve tidak hanya terlihat dan terasa seperti aslinya, tetapi juga tahan terhadap goresan, noda, dan air, ideal untuk perempuan modern saat bepergian.

“Kami memutuskan untuk membuat produk vegan mewah tiga tahun lalu karena ada banyak perempuan di komunitas kami yang ingin memiliki lebih banyak gaya hidup vegan tanpa produk hewani. Itu termasuk apa yang mereka makan dan produk yang mereka gunakan setiap hari,” kata pendiri dan CEO Senreve Coral Chung seperti diberitakan channelnewsasia (30/6).

Baca juga:

Peringati 100 Tahun, Gucci Angkat Tema Musik

Lebih Awet Mana, Bahan Kulit Vegan atau Hewan?
Hermes meluncurkan versi baru tas Victoria dari Sylvania, bahan berbasis jamur. (Foto: robbreport)

Memang, dengan semakin banyaknya konsumen yang 'memilih' produk ramah lingkungan, produsen semakin tertantang untuk menciptakan barang yang tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga lebih baik bagi bumi. Tidak ada lagi hari-hari ketika ramah lingkungan berarti mengenakan pakaian tie-dye hippy atau membawa tas jinjing bahan kain kasar.

Belakangan, menjadi sadar lingkungan adalah kemewahan. Dalam beberapa tahun terakhir, merek fashion besar seperti Armani, Gucci, dan Versace telah berjanji untuk tidak menggunakan bulu binatang.

Beberapa merek mewah juga mulai berinvestasi dalam mengembangkan dan menggunakan kulit bebas-hewani, dalam upaya untuk menantang anggapan lama bahwa hanya kulit hewan yang layak mendapatkan label harga.

Selain bahan sintetis, bentuk lain dari kulit vegan dapat dibuat dari bahan nabati, seperti nanas, apel, kaktus, gabus, dan jamur.

Koleksi jam tangan Tank Must terbaru Cartier mencakup model yang memiliki tali vegan non-hewani yang terbuat dari apel yang ditanam untuk industri makanan.

Untuk koleksi musim gugur/dingin 2021, Hermes meluncurkan versi baru tas Victoria yang dibuat dengan Sylvania, bahan berbasis jamur yang dibuat dalam kolaborasi dengan perusahaan rintisan California, MycoWorks.

Bahan kulit berkelanjutan ini, yang telah disamak dan diselesaikan di Prancis oleh penyamak Hermes untuk menyempurnakan kekuatan dan daya tahannya, memiliki rona kuning dan patina alami yang banyak diasosiasikan dengan kulit hewan merek tersebut.

Baca juga:

Coach Luncurkan Koleksi Musim Dinign Karya Stuart Vevers

Benarkah Ramah Lingkungan?

Lebih Awet Mana, Bahan Kulit Vegan atau Hewan?
Koleksi jam tangan Tank Must terbaru Cartier mencakup model yang memiliki tali vegan. (Foto: imgix)

Tetapi meskipun cukup mudah untuk ikut-ikutan vegan untuk faktor rasa nyaman, ada baiknya juga menanyakan apakah membeli kulit alternatif memang jauh lebih baik untuk lingkungan. Jawabannya, ternyata rumit.

Sementara kulit vegan mendapat skor tinggi pada faktor bebas kekejaman karena hewan tidak dibunuh untuk produksinya, ada yang mengatakan bahwa bahan kulit alternatif juga dapat menyebabkan sejumlah kerusakan lingkungan.

Baik terbuat dari plastik atau bahan nabati, kulit vegan memerlukan penggunaan air dan energi untuk memprosesnya guna menciptakan tampilan dan nuansa kulit hewan.

Selain itu, kulit yang terbuat dari plastik umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai dan dapat melepaskan bahan kimia beracun ke lingkungan, seperti kontaminasi mikroplastik dalam air dan rantai makanan.

Namun demikian, laporan keberlanjutan Environmental Profit & Loss oleh konglomerat Kering menemukan, dampak produksi kulit vegan bisa sampai sepertiga lebih rendah daripada kulit asli.

Tidak seperti PVC, salah satu jenis pleather yang paling umum, PU tidak terlalu berdampak pada planet ini, tambahnya. Selama proses pembuatan kain PU, pengisi, pelumas, dan peliat yang sama yang digunakan untuk membentuk PVC dapat dihilangkan. Untuk alasan ini, kulit vegan PU dikatakan sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan pada akhirnya akan terdegradasi seiring waktu.

Musim panas ini, untuk memenuhi permintaan produk vegan yang terus meningkat. Senreve memperkenalkan bahan kulit kaktus baru yang memiliki kualitas lebih lembut dan lebih kenyal, sehingga cocok untuk siluet tas baru yang kurang terstruktur dan lebih ringan. Yang terbaik dari semuanya, kulit kaktus tidak hanya bebas dari rasa bersalah, tetapi juga baik untuk lingkungan. (aru)

Baca juga:

Masih Perlukah Gunakan Istilah Plus Size?

#Tas Mewah #Tas Kulit #Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Fun
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
JAECOO Indonesia berkolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA menghadirkan konsep personalisasi untuk J5 EV.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
Fashion
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
BTN Indonesia Fashion Week 2026 resmi ditutup setelah lima hari penyelenggaraan. Tema Ulos Simetria menghadirkan transformasi Ulos menjadi adibusana modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
Fashion
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Kain ulos menjadi magnet di Indonesia Fashion Week 2026. Kain tersebut tampil modern dengan sentuhan warna pastel.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Fashion
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
Perjalanan menuju malam puncak bukanlah proses yang singkat. Kompetisi ini diawali dengan 270 sketsa desain dari para peserta di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
ShowBiz
LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Melalui LUMINARA, para desainer memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
 LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Bagikan