MerahPutih Travel - Selain sejuta pesona pantai di Bangka, ternyata pulau ini merekam segenggam cerita dari masa perjuangan bangsa Indonesia. Kota Muntok, disanalah Bung Karno bersama para pendiri bangsa lainnya seperti Agus Salim, Mohammad Roem, Ali Sastroamidjojo dan Bung Hatta diasingkan pasca agresi Belanda.
Dari sungai Liat, dibutuhkan waktu hingga tiga jam untuk sampai ke Muntok. Sepanjang perjalanan Anda akan berkali-kali keluar masuk kebun sawit dan karet, jadi harus berhati-hati karena banyak kendaraan besar pengangkut sawit dan karet menyusuri jalan ini.
Gedung yang sudah terlihat rapuh itu dinamakan Wisma Ranggam, bentuk bangunannya mirip gedung SD inpres yang sudah usang, sepucuk bendera berkibar di atas tiang, tepat ditengah halaman Wisma tempat para pendiri bangsa diasingkan.
Menuju puncak tertinggi di kota ini, puncak Manumbing, di sana masih ada jejak sejarah yang bisa dihirup. Perjalanan menuju puncak terbilang ekstrim, hanya bisa dilewati oleh satu mobil.
Jadi Anda harus menunggu di pos penjaga jika ada mobil lain yang sedang turun. Dalam perjalanan berliku menuju puncak Manumbing, bisa terbayangkan bagaimana Bung Karno dan pejuang lainnya melewati tempat ini di waktu yang silam.
Udara ala puncak gunung bisa Anda hirup dalam-dalam, disana berdiri kokoh sebuah Rumah bernilai historis.
Ketika pertama memasuki ruangannya, banyak terpajang foto-foto Bung Karno bersama kawan-kawannya, masuk keruang tengah terdapat meja rapat yang melingkar bundar cukup besar, mungkin di ruangan ini dulu Bung Karno memeras pikirannya, selain itu di gedung ini juga terdapat kamar Bung Karno saat diasingkan.
Baca Juga:
Mengenal Lebih Dekat Candi Belahan
Pantai Nembrala NTT, Surga Wisata Para Peselancar