Mengenal Stem Cell dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 19 Februari 2024
Mengenal Stem Cell dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Stem cell disebut sebagai salah satu inovasi terdepan di dunia medis. (Foto: Pexels/Fayette Reynolds)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Stem cell diklaim menjadi salah satu inovasi di dunia kedokteran. Stem cell atau sel punca, disebut dapat meremajakan diri dan menghasilkan lebih banyak sel yang berguna sebagai sumber pembentuk sel baru. Namun, saat ini masih banyak orang awam yang tidak mengerti tetang stem cell dan manfaatnya.

Dokter Spesialis Penyakit Syaraf RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Dr. dr. Yetty Ramli, Sp.S(K) menjelaskan apa itu stem cell dan manfaatnya terhadap kesehatan tubuh, salah satunya untuk mengobati penyakit pada otak.

“Stem cell adalah sel punca atau sel induk yang ada di dalam tubuh dan semua bagian di tubuh kita ada stem cell,” kata dr. Yetty dilansir Antara, Senin (19/2).

Baca juga:

Bermusik Punya Manfaat utuk Tingkatkan Kemampuan Ingatan Lansia

Stem cell berfungsi untuk mengatasi kerusakan-kerusakan di dalam tubuh dan melakukan regenerasi, sehingga sel tubuh yang mengalami kerusakan akan digantikan oleh stem cell. Selain itu, stem cell juga berfungsi sebagai anti peradangan dan dapat memicu sel-sel tubuh berkembang lebih baik.

Oleh karena itu, saat ini stem cell semakin banyak digunakan para dokter dan ahli medis untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang diderita pasien, salah satunya untuk pengobatan penyakit pada otak.

“Cara kerjanya berbeda-beda, misalnya stem cell untuk kerusakan di otak. Kalau kita suntikkan melalui DSA, artinya langsung lewat ke pembuluh darah di otak dan lebih cepat sampainya ke otak,” kata Yetty.

“Kita juga memberikan (pengobatan) stem cell untuk kasus parkinson, cedera tulang belakang, trauma di kepala, cerebral palsy, hingga stroke,” imbuhnya.

Menariknya, pengobatan stem cell dinilai dapat bekerja lebih cepat dan ampuh untuk mengatasi stroke dibandingkan pengobatan stroke lainnya (seperti trombolisis atau trombektomi untuk stroke iskemik), khususnya bagi pasien yang mengidap stroke di bawah jangka enam bulan.

Semakin cepat pasien stroke melakukan pengobatan stem cell, niscaya akan semakin cepat dirinya pulih dan dapat segera beraktivitas normal kembali.

“Hasilnya jauh lebih cepat jika pasien ada di fase (stroke) akut. Perbaikannya dramatis sekali, hari ini kita suntik, besoknya pasien sudah kembali normal,” katanya.

Baca juga:

Jangan Takut Deteksi Dini Kanker, Peluang Sembuh Lebih Besar

Meski demikian, Yetty mengatakan pengobatan stem cell biasanya dilakukan dengan beberapa kali penyuntikan dan melakukan terapi lanjutan agar hasil pengobatan lebih maksimal. Misalnya, usai melakukan pengobatan stem cell, pasien melanjutkan proses pengobatan dengan terapi neurorestorasi, fisioterapi, dan lainnya sesuai dengan jenis penyakit dan terapi yang dibutuhkan.

Dokter dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini mengatakan stem cell untuk pengobatan bisa didapatkan dari tubuh pasien sendiri, seperti dari lemak, sumsum tulang, dan kulit.

Namun, Yetty merekomendasikan untuk menggunakan stem cell dari sumber daya lain bagi pasien lanjut usia karena jumlah stem cell di tubuhnya lebih sedikit dibanding orang yang lebih muda, sehingga memerlukan tambahan stem cell dari orang lain.

“Kalau orang-orang usia lanjut, kita lebih merekomendasikan pemberian stem cell bukan dari dirinya sendiri, tetapi diambil dari orang lain,” katanya.

Dia menambahkan, “Seleksi stem cell biasanya kita selain memastikan tidak ada infeksi, stem cell juga tidak berasal dari pasien dengan faktor risiko kanker,” demikian jelas dokter Yetty. (*)

Baca juga:

Penggunaan Mouthwash Bantu Tingkatkan Kontrol Gula Darah Pengidap Diabetes

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Bagikan