Mengenal Kriket, Cabor yang Cetak Sejarah di Sea Games 2023

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 24 Mei 2023
Mengenal Kriket, Cabor yang Cetak Sejarah di Sea Games 2023

Timnas kriket Indonesia mengukir prestasi baru. (Foto: Instagram/@andrianiani46)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK hal tak terduga yang terjadi di perhelatan SEA Games 2023. Timnas kriket putri Indonesia yang cetak sejarah dengan angkat piala membawa pulang emas adalah salah satunya. Namun, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya olahraga kriket itu, dan bagaimana jenis olahraga yang satu ini bisa masuk ke Indonesia hingga dapat berjaya di perhelatan olahraga se-Asia Tenggara?

Kriket memiliki sejarah yang panjang dan asal-usulnya masih menjadi perdebatan. Pertama kali dimainkan di Hampshire, Inggris pada sekitar abad ke-16, asal muasal asli dari cabang olahraga ini masih terpecah dalam banyaknya pendapat.

Baca Juga:

Persiapan Tim Hoki Indoor Putra Indonesia untuk 'Angkat Piala' di Sea Games 2023

Salah satu teori mengatakan bahwa kriket berasal dari permainan bernama ‘creag’ yang dimainkan oleh Pangeran Edward. Di sisi lain, ada juga yang menyebutkan bahwa kriket berasal dari olahraga bernama ‘creckett’ yang telah tercatat dimainkan pada tahun 1598.

Namun, baru setelah dua abad berlalu, kriket mulai mendapatkan perhatian yang lebih serius dan dikembangkan oleh lembaga resmi di Inggris. Olahraga ini pun menjadi salah satu olahraga nasional yang sangat populer dan dihargai di negara tersebut.

Kriket akhirnya diperkenalkan ke seluruh dunia oleh para tentara yang bertugas di pangkalan militer, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris. Tak heran, sampai saat ini popularitas kriket semakin meningkat di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Pakistan, Sri Lanka, dan India.

Olahraga kriket mencapai puncak kepopulerannya pada dua dekade sebelum terjadinya Perang Dunia Pertama. Era tersebut melahirkan beberapa pemain kriket legendaris yang namanya masih dikenang hingga saat ini, seperti William Gilbert Grace dan Sir Donald George Bradman.

Baca Juga:

Gio Angkat Piala Masterchef Indonesia Season 10

Pada tahun 1909, International Cricket Council (ICC), sebuah badan pengatur kriket internasional, didirikan untuk mengawasi dan mengatur olahraga ini secara global. ICC memiliki wewenang penting dalam mengembangkan kriket dan memfasilitasi pertandingan antarnegara di tingkat internasional.

Jika dibandingkan, olahraga kriket memang memiliki kesamaan dengan permainan kasti yang telah lama dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Mirip dengan kasti, kriket juga dimainkan oleh dua tim yang terdiri dari 11 pemain dan melibatkan penggunaan bola dan alat pemukul.

Kriket mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1880-an, dengan permainan ini dimainkan di Jakarta, terutama di sekitar area Monumen Nasional.

Pada tahun 1992, popularitas kriket semakin meningkat di Indonesia dan mengarah pada pembentukan sebuah asosiasi bernama Jakarta Cricket Association (JCA). Bersamaan dengan terbentuknya asosiasi tersebut, kompetisi liga kriket juga mulai diadakan di Indonesia, menjadikan perkembangan olahraga ini lebih pesat.

Kini, meski kriket masih belum sepopuler beberapa cabang olahraga lainnya, kriket Indonesia juga sudah mulai bersaing dan sukses angkat piala di berbagai kejuaraan. Seperti ditulis oleh laman cricketindonesia.or.id, tim kriket Indonesia berhasil mengukir prestasi di kejuaraan WCL EAP Qualifier, Asean Womens T20, Sri Lanka Club Challenge, Philippines Women's T20 dan tentunya SEA Games. (dsh)

Baca Juga:

Montreal Protocol Award, Jejak Keseriusan Indonesia Selamatkan Bumi

#Mei Sebangsa Angkat Piala
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Bagikan