Mengapa Siasat Jahat Saat Ujian Tak Perlu Dilakukan

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 05 Desember 2021
Mengapa Siasat Jahat Saat Ujian Tak Perlu Dilakukan

Membuat contekan saat ujian. (Unsplash-Nguyen Dang Hoang Nhu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UJIAN terkadang jadi satu hal paling ditakuti siswa maupun mahasiswa. Ujian seolah jadi pertaruhan akhir beroleh nilai baik atau buruk. Tak heran bila banyak siswa atau mahasiswa baru belajar di malam sebelum ujian.

Mereka menggunakan metode Sistem Kebut Semalam (SKS) berharap dapat nilai terbaik. Meski kepala sudah terantuk, tetap saja niat menghapal materi diujikan esok hari harus menancap di benak. Apalagi bila menyangkut rumus, seperti mata ajar Fisika, Kimia, dan Matematika.

Baca juga:

Kenali Ciri-Ciri si Teman Palsu

Namun, tak selamanya siswa dan mahasiswa mau belajar agar hasil ujiannya beroleh hasil sempurna. Beberapa di antaranya bahkan punya siasat lain agar nilai tetap bagus namun bukan dari hasil pencapainnya.

Para tukang contek tersebut malah sudah menyiapkan pelbagai dalih agar segala bahan dan akses terhadap bahan-bahan contekannya bisa digunakan. Mereka tahu siasat jahatnya tentu akan selalu beroleh pengawasan ketat pengawas.

contek
Nulis contekan di telapak tangan. (Unsplash-Luis Quintero)

Biasanya mereka menggunakan metode menyembunyikan contekan di tangan. Tentu cara tersebut sangat klasik. Namun, cara tersebut masih digunakan hingga kini lantaran sangat mudah.

Mereka cukup mencoret telapat tangan dengan rumus atau bahan contekan lainnya lalu membukanya selagi pengawas tak melihat ke arahnya.

Baca Juga:

Begini Jadinya Punya Teman Musisi di Tongkrongan

Lagi pula, cara tersebut terbilang gampang buat membuat dalih bila ketahuan. Ia akan berkata lagi berdoa atau seolah sedang tepuk jidat lantaran soal begitu susah.

Namun akal-akalan ini masih ada kekurangannya, seperti jawaban ditulis tidak bisa terlalu panjang. Biasanya trik ini digunakan untuk soal pilihan ganda.

contek
Sembunyikan kertas jawaban di kaos kaki. (Unsplash-Livi Po)

Ada lagi menyembunyikan contekan di kaus kaki. Akal-akalan satu ini lumayan menguji nyali nih. Selain memacu adrenalin, akal-akalan ini mengajarkan siswa tentang seberapa lihai pergerakannya dalam mengambil kertas contekan di dalam kaos kaki.

Dengan melihat ke kanan, kiri, dan depan, ketika situasi aman langsung dengan cepat diambil dan dipindahkan ke kolong meja terlebih dahulu.

Baca Juga:

Jangan Dilarang, Main Bareng Teman Banyak Faedahnya

Namun akal-akalan ini memiliki kelemahan, seperti susah menentukan momen pengambilan kertasnya, susah menentukan momen untuk membuka kertasnya, dan sebelum masuk ke ruangan, biasanya ada pemeriksaan terlebih dahulu.

Selain itu, ada juga menyembunyikan contekan di balik ikat pinggang. Akal-akalan ini hampir sama dengan menaruh di kaus kaki.

contek
Sembunyikan kertas jawaban dibalik sabuk. (Unsplash-Laurin Scheuber)

Bedanya hanya penempatan kertasnya. Namun, akal-akalan ini terbilang lebih mudah dibandingkan sebelumnya, karena tidak perlu menunduk sehingga bisa menyebabkan kecurigaan pada guru.

Cukup dengan mengambilnya dari balik sabuk dengan mudah, tidak ketahuan karena tidak terlihat dari depan sekaligus seolah bergaya sedang merapihkan baju.

Baca Juga:

Kiat Penting Menjaga Produk Agar Selalu Layak

Cara terakhir juga paling klasik. Menyembunyikan contekan di kolong meja. Usaha untuk melakukannya memang cukup besar.

Paling tidak, harus ada usaha menulis jawaban dari sebelum hari ujian. Entah sehari sebelum ujian atau dua hari sebelum ujian, atau malah rela datang pagi hanya untuk menulis contekan.

contek
Nulis jawaban di kolong meja. (Unsplash-Feliphe Schiarolli)

Nah, dari sekian cara mencontek tersebut, ada benang merah sebenarnya hal tersebut bagian dari proses belajar, baik di sekolah maupun di rumah.

Saat bersiasat jahat untuk mencontek saat ujian, selalu dimulai dengan mencari contekan dengan sumber dari buku atau catatan teman. Selanjutnya, mencatat ulang entah di secarik kecil kertas atau tangan, lalu menyembunyikannya di suatu tempat agar tak terlihat pengawas, kemudian mengeluarkannya dengan penuh adrenalin, dan dibaca.

Hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan sebelumnya sehingga bisa menancap di benak. Dengan begitu, tak perlu lagi mencontek sebab prosesnya tetap sama. Catatan pentingnya, jangan dilakukan mendesak. Jika mampu dilakukan bahkan beberapa hari sebelumnya, semestinya tidak perlu lagi repot-repot mencontek. (frs)

Baca Juga:

4 Pengalaman Konyol Ketika Meeting Menggunakan Aplikasi Zoom

#Desember Akal-Akalan Negeri Aing #Pendidikan #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
PEVS 2026 Hadirkan Lebih dari 38 Merek, Perluas Eksplorasi Mobilitas Berbasis Elektrifikasi
Memperkuat posisi PEVS sebagai wadah bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi, memperluas jaringan bisnis, dan menjangkau konsumen secara langsung.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
PEVS 2026 Hadirkan Lebih dari 38 Merek, Perluas Eksplorasi Mobilitas Berbasis Elektrifikasi
Tekno
Apple Respons Keluhan Layar iPhone Duo, Bagaimana Nasib Pengguna yang Terdampak?
Apple menanggapi soal layar iPhone Duo yang retak. Pengguna bisa menggantinya dengan unit baru.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
Apple Respons Keluhan Layar iPhone Duo, Bagaimana Nasib Pengguna yang Terdampak?
Tekno
Apple Tanggung Jawab Penuh, Tegaskan akan Ganti iPhone Duo yang Punya Masalah Layar
Apple sigap menyatakan akan mengganti ponsel iPhone Duo yang mengalami masalah pada layarnya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
 Apple Tanggung Jawab Penuh, Tegaskan akan Ganti iPhone Duo yang Punya Masalah Layar
Tekno
iPhone Duo Dibongkar, Teknisi Ungkap Komponen yang Mudah dan Sulit Diperbaiki
Hasil pembongkaran iPhone Duo mengungkap sistem baterai ganda, desain internal, dan tantangan perbaikan layar lipat.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
iPhone Duo Dibongkar, Teknisi Ungkap Komponen yang Mudah dan Sulit Diperbaiki
Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Tekno
Bocoran Spesifikasi OPPO Find X10 Ultra, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 8.500mAh
OPPO Find X10 Ultra kemungkinan segera meluncur. Bocoran spesifikasinya kini mulai terungkap.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Bocoran Spesifikasi OPPO Find X10 Ultra, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 8.500mAh
Tekno
Vivo Y600 Resmi Meluncur, Jadi HP Baterai 10.000 mAh yang Raih Guinness World Records!
Vivo Y600 akhirnya resmi meluncur. HP dengan baterai 10.000mAh ini meraih Guinness World Records.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Vivo Y600 Resmi Meluncur, Jadi HP Baterai 10.000 mAh yang Raih Guinness World Records!
Tekno
Hasil Uji Ketahanan iPhone Duo: Engsel Rentan Kotoran, Layar Bisa Rusak
iPhone Duo baru saja menjalani uji ekstrem. Hasilnya, engsel layar tersebut rusak saat ditekuk berlawanan.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Hasil Uji Ketahanan iPhone Duo: Engsel Rentan Kotoran, Layar Bisa Rusak
Tekno
Harga iPhone Duo Turun, Apple Store di China Masih Kehabisan Stok
Harga iPhone Duo kini mulai turun di China. Kini, Apple Store kehabisan stok HP lipat pertama Apple tersebut.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Harga iPhone Duo Turun, Apple Store di China Masih Kehabisan Stok
Tekno
Baru Meluncur, Sejumlah Pengguna iPhone Duo Laporkan Layar Retak di Bagian Lipatan
Layar iPhone Duo dilaporkan retak setelah dipakai beberapa jam. Hal ini diungkapkan langsung oleh beberapa pengguna.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Baru Meluncur, Sejumlah Pengguna iPhone Duo Laporkan Layar Retak di Bagian Lipatan
Bagikan