Mengalami Gangguan Pencernaan atau Diare, Ini yang Harusnya Anda Konsumsi

Zahrina IdzniZahrina Idzni - Jumat, 31 Maret 2017
Mengalami Gangguan Pencernaan atau Diare, Ini yang Harusnya Anda Konsumsi

gettyimages

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Gangguan pencernaan atau diare sangat menggangu aktivitas. Karena selain harus berulang kalu keluar masuk 'kamar kecil', semakin banyaknya keringat dingin yang keluar karena menahan rasa sakit yang melililit di dalam perut, akang menguras banyak energi, dan mengakibatkan tubuh menjadi lemas.

Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

Nah, jika Anda mengalami hal seperti ini, berikut ini merahputih.com menyajikan beberapa makanan dan minuman yang seharusnya Anda dikonsumsi, untuk meredakan rasa mulas akibat diare. Apa saja kira-kira? Yuk, simak!

1. Yoghurt

Pertama adalahYoghurt. Mungkin banyak yang mengira kalau yoghurt dapat membuat perut semakin mulas dan menyebabkan diare. Namun ternyata salah. Yoghurt yang merupakan susu fermentasi ini mengandung banyak bakteri baik seperti bifidobacterium bidiful dan lactobacillus acidophilus yang dapat menyeimbangkan sistem saluran pada pencernaan.

2. Pisang

Mungkin sudah banyak yang tahu jika buah satu ini memang dapat melancarkan gangguan pada sistem pencernaan. Namun selain itu, pisang juga banyak mengandung potasium yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang saat mengalami diare.

3. Apel

Selain pisang, ada juga buah apel. Tekstur apel yang keras akan menyebabkan pencernaan semakin bekerja keras saat mengonsumsi apel pada saat diare. Buah yang juga mengandung potasium ini dapat mempercepat penyembuhan diare.

4. Teh Herbal

Mungkin beberapa makanan dan minuman yang mengandung herbal dipercaya juga dapat menyembuhkan seseorang ketika mengalami gangguan penyakit. Karena herbal sendiri terbuat dari bahan-bahan alami ataupun tradisional. Sebagai contoh teh chamomile. Teh herbal ini dapat menenangkan usus jika terserang diare. Selain itu juga menurunkan resiko radang pada usus, baik usus halus ataupun usus besar.

5. Oat

Dan yang terakhir ada Oat. Jika Anda menderita sakit perut yang mulas dan terasa melilit, cobalah mengonsumsi semangkuk gandum hangat dengan ditambahkan susu. Makanan ini kaya akan serat dan baik untuk menyembuhkan sakit perut.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang dapat meredakan mulas dan dapat juga mengobati penyakit diare. Semoga bermanfaat ya, guys? Nah, selain artikel cara mengatasi diare, ada juga tips-tips lainnya, yuk baca di sini: Tips Jitu Atasi Rasa Malas Di 'Hari Kejepit'

#Gaya Hidup Sehat #Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Zahrina Idzni

Gaul, supel dan berkibarlah bendera negeri, Merah Putih Jaya
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan