Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Meneliti Gua Pawon dengan Drone LiDAR

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 15 November 2021
Meneliti Gua Pawon dengan Drone LiDAR

Dosen, mahasiswa, dan tim Terra Drone di area Gua Pawon. (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERUSAHAAN penyedia jasa pemanfaatan drone, Terra Drone Indonesia, melakukan kerja sama penelitian dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS). Mereka meneliti situs purbakala Gua Pawon seluas tujuh hektar yang terletak di Kampung Cikubur, Gunung Masigit, Kec. Cipatat, Jawa Barat.

Penelitian yang menggunakan drone light detection and ranging (LiDAR) ini, bertujuan mengetahui perbandingan data dari teknologi LiDAR dan 3D model foto udara dengan objek gua. Nantinya penelitian ini akan dimuat dalam skripsi, disertasi mahasiswa, serta keperluan dosen ITB.

Penelitian situs purbakala menggunakan drone LiDAR sudah banyak dilakukan oleh instansi pendidikan dan penelitian di beberapa negara, khususnya bidang geodesi dan geologi.

Pada dasarnya, metode survei LiDAR bekerja dengan cara memancarkan jutaan titik sinar laser ke target di permukaan bumi, kemudian sinar laser dipantulkan kembali ke sensor yang menghasilkan representasi tiga dimensi digital.

Baca juga:

Drone Berkepala Dua, Mampu Angkat Kargo

Meneliti Gua Pawon Lewat Drone LiDAR
Hasil data LiDAR berupa point cloud dari Gua Pawon. (Foto: Istimewa)


Pengambilan data pada situs purbakala ini memakan waktu lebih cepat dari rencana sebelumnya, yakni hanya satu hari. Faktornya adalah teknologi drone yang digunakan dapat masuk ke gua dengan leluasa, mudah, dan cepat.

Sensor LiDAR yang digunakan juga memiliki kemampuan pengambilan data dengan sangat akurat dan efektif dalam sekali terbang. Penggunaan LiDAR untuk penelitian Gua Pawon yang luas ini, jauh lebih hemat dibandingkan metode lain seperti penggunaan pesawat atau survei darat.

Saat beroperasi, drone diterbangkan sebanyak tiga kali dengan durasi 15 menit sekali terbang, di ketinggian 50 meter dengan teknik follow terrain pada area Gua Pawon. Teknik yang digunakan flight follow terrain dengan orientasi utara selatan dan barat timur, atau cross grid dengan groundspeed 4 m/s.

Baca juga:

Tiongkok Pamerkan Drone Bawah Air Seperti Ikan Sungguhan

Meneliti Gua Pawon Lewat Drone LiDAR
Gua Pawon. (Foto: Instagram/susan_discoverproperty)


Data dihasilkan dari drone LiDAR milik Terra ini berupa point cloud yang dapat digunakan untuk 3D modelling, digital surface model (DSM), hingga digital terrain model (DTM). Mahasiswa dan dosen yang ikut dalam penelitian ini pun sangat puas dengan data dihasilkan drone.

“Kerja sama Terra Drone Indonesia dan instansi pendidikan sudah sering terjalin. Terra Drone akan selalu mendukung berbagai penelitian yang berhubungan dengan pemetaan dan drone,” tutup Michael Wishnu Wardana selaku Managing Director Terra Drone Indonesia berdasarkan keterangan yang diterima. (and)

Baca juga:

Helikopter Drone, Inovasi Logistik Aman

#Drone #Teknologi #Penelitian #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Bagikan