Mendikbud Berjanji Akan Bantu Perbaiki Fasilitas Sekolah akibat Bencana
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjawab pertanyaan anggota Komisi X DPR dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
MerahPutih.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berjanji akan membantu pembangunan ruang kelas baru untuk lantai II yang rusak akibat bencana yang melanda Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, Muhadjir juga akan menyiapkan bantuan berupa buku-buku perpusataan yang hancur akibat terendam oleh genangan air.
"Kami akan membantu fasilitas komputer yang rusak, perpustakaan dan bantuan ruang kelas baru lantai II, sehingga saat banjir, aktivitas belajar mengajar bisa dilakukan di lantai II," kata Muhajir di Gunung Kidul, Jumat.
Menurut dia, kerusakan bangunan dan kerugian sekolah-sekolah yang terendam banjir, dampaknya tidak serius dibandingkan di Pacitan, sehingga penangannya tidak terlalu berat.
"Saya lihat, saat ini kondisinya sudah bagus dan rapi. Ini tentu adanya kerja sama antara pemkab dan masyarakat," ucapnya.
Ia mengatakan, Kemendikbud akan membantu ruang kelas baru dan fasilitas komputer untuk SMP Negeri 3 Saptosari, untuk menggantikan komputer yang rusak akibat banjir.
"Untuk SMP kami bantu fasilitas penambahan komputer, dan perpustakaan kemudian mungkin ruang kelas baru lantai dua sehingga nanti jika banjir bisa lari ke atas," katanya.
Kemudian, SMKN 1 Tanjungsari, pemerintah pusat melalui Kemendikbud akan membantu RKB, pun demikian pihaknya menilai tidak perlu relokasi.
"Di sini nanti dibangun ruang kelas baru untuk lantai dua tidak perlu direlokasi, ndak katanya nanti di sana dari pemerintah provinsi akan dibangun embung," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjungsari Sudiarto mengatakan, kerugian akibat banjir kemarin sekitar Rp 1 miliar, karena sejumlah peralatan seperti genset, buku, dan sejumlah peralatan elektronik lain mengalami kerusakan.
"Kerugian materiil Rp 1 miliar, dan kerugian non-materiil anak-anak terganggu dalam belajar mengajar," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Blunder Andalkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta, Akar Masalahnya di Drainase
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
Sungai di Jakarta Hanya Tampung Air Hujan 150 Milimeter Per Hari, Perlu Diperluas
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir
65 Warga Cisarua Bandung Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor, 25 Jenazah Sudah Ditemukan
Pramono Sebut Banjir di Jakarta Mulai Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi
Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi