Mendikbud Berjanji Akan Bantu Perbaiki Fasilitas Sekolah akibat Bencana

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 Desember 2017
Mendikbud Berjanji Akan Bantu Perbaiki Fasilitas Sekolah akibat Bencana

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjawab pertanyaan anggota Komisi X DPR dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berjanji akan membantu pembangunan ruang kelas baru untuk lantai II yang rusak akibat bencana yang melanda Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Muhadjir juga akan menyiapkan bantuan berupa buku-buku perpusataan yang hancur akibat terendam oleh genangan air.

"Kami akan membantu fasilitas komputer yang rusak, perpustakaan dan bantuan ruang kelas baru lantai II, sehingga saat banjir, aktivitas belajar mengajar bisa dilakukan di lantai II," kata Muhajir di Gunung Kidul, Jumat.

Menurut dia, kerusakan bangunan dan kerugian sekolah-sekolah yang terendam banjir, dampaknya tidak serius dibandingkan di Pacitan, sehingga penangannya tidak terlalu berat.

"Saya lihat, saat ini kondisinya sudah bagus dan rapi. Ini tentu adanya kerja sama antara pemkab dan masyarakat," ucapnya.

Ia mengatakan, Kemendikbud akan membantu ruang kelas baru dan fasilitas komputer untuk SMP Negeri 3 Saptosari, untuk menggantikan komputer yang rusak akibat banjir.

"Untuk SMP kami bantu fasilitas penambahan komputer, dan perpustakaan kemudian mungkin ruang kelas baru lantai dua sehingga nanti jika banjir bisa lari ke atas," katanya.

Kemudian, SMKN 1 Tanjungsari, pemerintah pusat melalui Kemendikbud akan membantu RKB, pun demikian pihaknya menilai tidak perlu relokasi.

"Di sini nanti dibangun ruang kelas baru untuk lantai dua tidak perlu direlokasi, ndak katanya nanti di sana dari pemerintah provinsi akan dibangun embung," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjungsari Sudiarto mengatakan, kerugian akibat banjir kemarin sekitar Rp 1 miliar, karena sejumlah peralatan seperti genset, buku, dan sejumlah peralatan elektronik lain mengalami kerusakan.

"Kerugian materiil Rp 1 miliar, dan kerugian non-materiil anak-anak terganggu dalam belajar mengajar," katanya. (*)

#Bencana Alam #Banjir #Mendikbud #Muhadjir Effendy
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Blunder Andalkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta, Akar Masalahnya di Drainase
Pemprov DKI Jakarta tak bisa hanya mengandalkan modifikasi cuaca untuk atasi banjir.
Wisnu Cipto - 1 jam, 16 menit lalu
Blunder Andalkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta, Akar Masalahnya di Drainase
Indonesia
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Mewakili institusi Polri, dia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap dua mendiang anggota tersebut setelah menjalani tugasnya selama ini.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 58 menit lalu
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Indonesia
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
embentukan tim ini tidak dilakukan dari nol, mengingat beberapa kementerian telah memiliki rancangan dan desain penanganan banjir yang saling melengkapi.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 26 menit lalu
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
Indonesia
Sungai di Jakarta Hanya Tampung Air Hujan 150 Milimeter Per Hari, Perlu Diperluas
ejumlah kejadian banjir yang terjadi di Jakarta pada pertengahan Januari lalu merupakan dampak dari hujan berintensitas tinggi yang turun dalam durasi singkat, ditambah aliran air dari daerah hulu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Sungai di Jakarta Hanya Tampung Air Hujan 150 Milimeter Per Hari, Perlu Diperluas
Indonesia
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Tim SAR gabungan menyebut telah mengevakuasi 29 jenazah korban longsor Cisarua dan menyerahkannya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Indonesia
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir
Persoalan klasik banjir tiap tahun masih saja terjadi menyusahkan warga Ibu Kota.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir
Indonesia
65 Warga Cisarua Bandung Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor, 25 Jenazah Sudah Ditemukan
25 jenazah korban longsor telah diterima Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat di posko Puskesmas Pasirlangu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
65 Warga Cisarua Bandung Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor, 25 Jenazah Sudah Ditemukan
Indonesia
Pramono Sebut Banjir di Jakarta Mulai Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan, sebagian besar wilayah Jakarta yang terendam banjir sudah surut.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Pramono Sebut Banjir di Jakarta Mulai Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal
Indonesia
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi
Enam korban tewas longsor Cisarua berhasil diidentifikasi. Data forensik dan informasi keluarga menjadi kunci utama dalam identitikasi tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi
Indonesia
Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi
Bus TransJakarta tidak melayani Halte Jembatan Gantung hingga Halte Pulo Nangka di kedua arah.
Wisnu Cipto - Sabtu, 24 Januari 2026
Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi
Bagikan