Mendampingi Penyintas Kanker Saat Menghadapi Ketidakpastian

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 05 April 2022
Mendampingi Penyintas Kanker Saat Menghadapi Ketidakpastian

Pelajari apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga agar pasien kanker tetap sehat. (Foto: freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA seseorang divonis kanker, mereka melalui tahapan yang berbeda. Pemahaman dan perhatian kamu juga akan berubah seiring waktu. Akan ada saat-saat ketika kamu tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tetapi tidak ada jaminan dalam perawatan kanker. Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah pengobatan akan berhasil. Tidak ada yang bisa memprediksi efek samping atau masalah yang akan dialami orang yang kamu sayangi selama perawatan. Bahkan setelah pengobatan berhasil, masih ada kemungkinan kanker akan datang kembali atau bahkan mungkin ada kanker baru yang berbeda di masa depan.

Baca Juga:

Lawan Kanker dengan Nutrisi dan Pola Hidup Sehat

kanker
Melihat kemajuan dari orang yang kamu sayangi merupakan bukti keterampilan pengasuhan yang kamu lakukan. (Foto: freepik/freepik)

Dilansir dari laman American Cancer Society, kamu sangat berperan penting dalam kesehatan orang yang kamu rawat. Tetapi kamu tidak dapat mengontrol bagaimana keadaan fisik atau mental. Melihat kemajuan dari orang yang kamu sayangi merupakan bukti keterampilan pengasuhan yang kamu lakukan. Namun jika kamu melakukan ini, kamu akan cenderung menyalahkan diri sendiri ketika mereka mengalami hari-hari yang buruk dan kemunduran.

Berikut beberapa ide untuk membantumu menghadapi ketidakpastian dan ketakutan.

- Pelajari apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga agar pasien kanker tetap sehat, dan pelajari tentang layanan yang tersedia untukmu. Ini dapat memberi rasa kontrol yang lebih besar.

- Ketahuilah bahwa kamu tidak memiliki kendali atas beberapa aspek kanker. Ini membantu untuk menerima ini daripada melawannya.

- Cobalah untuk melepaskan ketakutanmu. Wajar jika pikiran-pikiran ini memasuki pikiranmu, tapi kamu tidak harus menyimpannya. Pada beberapa orang tetap memikirkan dan mencoba melupakannya. Namun pada beberapa orang yang lainnya berusaha menerima dan menyerahkan segala ketakutan itu kepada Tuhan.

Baca Juga:

Membantu Pasien Kanker Berhubungan dengan Diagnosis dan Perawatan

kanker
Gunakan energi kamu untuk fokus pada kesehatan, rancang rencana untuk menjaga kesehatanmu. (Foto: Unsplash/Conscious Design)

- Cobalah untuk lebih terbuka untuk sekadar curhat kepada teman dekatmu atau mencari jasa konselor tepercaya untuk mendapatkan pendapat yang sesuai kesulitanmu. Pada orang dengan posisi ini, mereka lebih bisa melepaskan rasa takut dengan cara tadi.

- Gunakan energi kamu untuk fokus pada kesehatan, rancang rencana untuk menjaga kesehatanmu. Ingatlah untuk menjaga dirimu sendiri, serta orang dengan kanker.

- Temukan cara untuk membantu dirimu rileks.

- Luangkan waktu untuk berolahraga secara teratur dan selalu aktif.

-Kendalikan apa yang kamu bisa. Menjaga hidupmu senormal mungkin dan membuat perubahan dalam gaya hidupmu hanya itulah yang dapat kamu kendalikan. (DGS)

Baca Juga:

Apa Dampak Kelebihan Mengonsumsi Protein?

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Kanker
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan