Menatap Fajar Masa Depan dari Panorama Senja di Pantai Kuta

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 17 Maret 2017
Menatap Fajar Masa Depan dari Panorama Senja di Pantai Kuta

Siswa-siswi SMPN Wonogiri di Pantai Kuta, Bali (MP/Aldus K)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Tanpa banyak mimpi, rombongan study tour dari kelompok guru SD Xaverius 1 Jambi menginjakkan kakinya di Bandara Ngurah Rai Senin sore (13/3). Om Swastiastu, demikian tulisan di lokasi kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai seolah mengucap selamat datang pada para pendidik ini.

SD Xaverius 1 Jambi adalah salah satu sekolah favorit dari Kota Jambi, Pulau Sumatera, memberikan bonus plesiran kepada para gurunya. Rombongan ini mengambil kesempatan wisata ke Bali dengan tujuan terutama untuk meningkatkan kekompakan dan kerjasama di kalangan komunitasnya. Selain itu, mereka juga mau menginjakkan kaki di Pulau Dewata yang sehari-hari hanya jadi bahan pelajaran bagi siswa-siswinya.

Sebagaimana rencana semula rombongan guru-guru SD Xaveirus akan pertama kali menikmati pesona matahari terbenam di Pantai Kuta yang sudah tersohor itu. Tour guide yang menyebut dirinya dengan panggilan Bli Made sudah mewanti-wanti sejak rombongan duduk dalam bus pariwisata menuju ke sana.

“Semoga cuaca bersahabat dengan kita supaya kita bisa menyaksikan sunset di pantai Kuta,” jelasnya.

Tanda-tanda cuaca kurang bersahabat sudah tampak dari atas awan, ketika pesawat yang membawa rombongan ini meninggalkan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng menuju Denpasar. Awan putih tebal dengan berbagai bentuk dan formasi eksotis membuat beberapa awak pendidikan mulai mengambil ponsel pintarnya dan mengabadikan momen ini. Mungkin kalau ada kesempatan menjelaskan kepada siswa-siswinya tentang berbagai jenis awan langit mereka akan mengambil foto-foto itu dan membanggakannya sebagai alat peraga hasil karya sendiri. Berbeda kondisinya dengan perjalanan dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Jakarta yang langitnya lebih cerah. Fenomena cuaca di bagian barat kondisinya sedang lebih cerah dibanding daerah tengah Indonesia.

Bali terutama Kuta memang selalu menarik, itulah yang terbatin ketika menginjakkan kaki di pantai ini. Penikmat pantai, laut, ombak dari segala penjuru dunia terlihat di sana. Sayangnya sunsetnya tidak kelihatan. Kamera-kamera yang telah dikokang mengabadikan momen matahari terbenam terpaksa lesu disimpan kembali. Hanya menyimpan gambaran langit hitam. Matahari tidak kelihatan, mimpi sunset di Kuta tidak jadi nyata.

Siswa-siswi SMPN Wonogiri pungut sampah di Pantai Kuta (MP/Aldus K)

Tetapi lihatlah di penghujung garis laut ada ratusan anak remaja berbaris. Suara pria dari pembesar suara manual meraung-raung memanggil anak-anak itu. Sebagai insan pendidik fenomena ini menarik saya. Apa gerangan itu, anak-anak Balikah? Apa yang akan mereka buat?

Kamera yang tadinya lesu tersimpan saya keluarkan kembali dan saat ini saya hampiri barisan ini. Gurunya menyuruh anak-anak ini berbaris dengan rapi, lalu apa yang akan mereka kerjakan. Ternyata ratusan anak-ini memungut sampah-sampah yang bertebaran di pantai Kuta. Mereka kumpulkan sampah itu di suatu tempat. Tidak sedikit sampah yang berhasil dikumpulkan anak-anak ini. Luar biasa, inilah matahari masa depan Indonesia. Anak-anak yang terdidik untuk mencintai laut, pantai, terutama yang mengupayakan pantai dan laut sebagai tempat bersih dan nyaman untuk bermain dan mencari nafkah.

Kuhampiri seorang berbaju kaus merah tampak dari tindak-tanduknya, ia adalah guru dari anak-anak ini. Dari obrolan dengannya semakin timbul takjub saya pada anak-anak ini. Mereka bukan anak-anak Bali, mereka ini dari SMPN 1 Wonogiri.

“Ada hampir 300 siswa kelas VIII dari SMPN1 Wonogiri,” ungkap gurunya Drs. Heru Setiawan yang sedari tadi kelihatan mengamati dan mengabadikan kegiatan para siswa ini melalui kamera telepon genggamnya.

“Tadi mereka hunting para wisatawan untuk praktik Bahasa Inggris dan sekarang mereka kita tanamkan sikap cinta lingkungan,” jelasnya.

Banyak guru Jambi juga bergabung dengan guru Wonogiri sekedar berbagi kisah. Guru SD Xaverius 1 Jambi juga mengenang bahwa hari Sabtu sebelum mereka berangkat ke Bali, siswa-siswanya juga berkeliling memungut sampah di trotoar jalan umum sekitar lingkungan sekolah.

Memandang jauh kesana, langit masih tertutup awan, namun bibir pantai sudah tampak lebih bersih. Tidak ada lagi sisa-sisa bungkus sampah yang dibuang para wisatawan. Tindakan mereka harusnya membuka mata kita untuk tahu dan lebih mencintai lingkungan tempat kita berpijak.

Artikel ini adalah catatan perjalanan wisata Aldus K seorang guru dari Jambi yang berkesempatan menikmati panorama senja di Pantai Kuta.

#Pantai Kuta #Wisata Bali #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Rencana yang disiapkan akan menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung dengan sejumlah kawasan pariwisata di Bali Selatan hingga Canggu.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Indonesia
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Kebutuhan terhadap teknologi ini muncul berangkat dari PR Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah sampah dengan cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Bagikan