MENARI merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri. Selain menjadi sarana untuk mengekspresikan diri, menari juga memberi berbagai manfaat untuk kesehatan. Berdasarkan jurnal ilmiah yang dipublikasikan di The New Jorunal of Medicine, menari dapat meningkatkan memori otak dan menghindarkan dari pikun di masa tua. Ketika tua, hippocampus, bagian otak yang mengontrol memori secara alami akan menurun dan menyebabkan pikun. Para ilmuwan mengatakan aerobik bisa mengobati kehilangan volume memori di hippocampus.
Gerakan tari juga melatih keseimbangan. Hal tersebut membuat kamu memiliki postur yang seimbang sehingga tulang dan otot bisa menjaga tubuh sesuai gravitasi. Dampaknya, tubuh kamu akan kencang. Keuntungan lainnya, meningkatnya fleksibilitas tubuh sehingga bisa menyembuhkan nyeri pada sendi secara alami.
Berdasarkan hasil studi yang dipublikasi di Journal of Applied Gerontology, peneliti menemukan fakta dansa yang diiringi musik dapat meredakan stres. Ketika musik mulai diputar dan tubuh mengikuti alunan musik, tubuh melepaskan hormon endorfin. Hormon endorfin dan adrenalin bekerja bersama memberikan perasaan puas bagi tubuh. Keunggulan lain menari bagi kesehatan mental ialah mengurangi depresi. Sebuah studi menunjukkan menari meningkatkan spirit yang secara alamiah mampu melawan depresi. Selama menari, zat kimia yang berfungsi meningkatkan suasana hati mengalir. Dampaknya, meningkatkan kondisi mental pun membaik.
Dari beraneka ragam jenis tarian, ternyata setiap jenis tarian memberi manfaat spesifik lain bagi tubuh. Berikut manfaat setiap jenis tarian untuk tbuh.
1. Jazz
Tarian dengan iringan musik jazz mengutamakan ketukan dan irama musik. Secara tak langsung, tarian ini meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, kekuatan, dan ketahanan tubuh.
2. Balet
Balet merupakan tarian yang bertitik tumpu pada ujung kaki. Tarian ini berfokus pada kekuatan, fleksibilitas, dan teknik sehingga mampu berdiri dan menari dengan sempurna.
3. Salsa
Tarian salsa bermanfaat untuk kesehatan hati, baik untuk melepaskan stres dari tubuh serta mengurangi berat badan.
4. Tari tiang (pole dance)
Tari tiang merupakan tarian sensual yang melibatkan tiang. Menari di tiang membuat kamu butuh koordinasi tubuh sehingga berdampak pada meningkatnya massa otot dan memperkuat tubuh bagian bawah.
5. Tari di lantai dansa (ballroom dancing)
Ballroom dancing terdiri dari berbagai aliran, seperti waltz, tango, dan rumba. Untuk dapat menari di lantai dansa, dibutuhkan pasangan dansa. Interaksi dengan pasangan di lantai dansa membuat tarian ini memberi manfaat, seperti mengurangi stres dan tekanan darah serta menghambat kepikunan.
6. Bharatanatyam
Bharatanatyam merupakan tarian klasik asal India yang melibatkan musik, ritme, dan ekspresi. Tarian ini bermanfaat untuk kesehatan hati, mengontrol berat badan, meningkatkan stamina, fleksibilitas, dan keseimbangan.
7. Tari Saman
Tarian tradisional asal Aceh ini mengutamakan kekompakan. Alunan musik yang semangat serta teriakan kompak dari para penari membuat tarian ini bagus untuk melepaskan stres dan depresi. Tarian ini terdiri dari banyak penari. Agar gerakan terlihat kompak, diperlukan konsentrasi tinggi para penari. Hal tersebut membuat tarian ini bagus untuk melatih memori otak.
8. Tari Bali
Tarian tradisional asal Bali seperti tari Pendet atau Tari Panji Semirang merupakan gerak tari yang mengombinasikan gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Tarian ini berfungsi mengencangkan otot dan membentuk tubuh dan meredakan stres. Selain itu, tari Bali juga meningkatkan fleksibilitas tubuh.
9. Tari Perut
Tari perut mengutamakan gerakan kompleks pada torso sehingga membuat ukuran perut mengecil dan lekuk pinggang menjadi indah.
Ayo menari!(Avi)