NOC Indonesia Dorong Organisasi Olahraga Mandiri demi Prestasi Dunia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
NOC Indonesia Dorong Organisasi Olahraga Mandiri demi Prestasi Dunia

Komite Eksekutif NOC Indonesia sekaligus Olympian renang Indonesia, Akbar Nasution. (Foto: dok. NOC Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - NOC Indonesia menegaskan pentingnya independensi organisasi olahraga sebagai fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga nasional yang berkelanjutan, profesional, dan kompetitif di level internasional.

Komite Eksekutif NOC Indonesia sekaligus Olympian renang Indonesia, Akbar Nasution, menilai momentum transformasi olahraga nasional saat ini harus dibarengi dengan perubahan paradigma pengelolaan organisasi olahraga, khususnya dalam aspek tata kelola organisasi dan pendanaan.

Organisasi Olahraga Diminta Tak Bergantung pada Pemerintah

Menurut Akbar, organisasi olahraga modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan dukungan pemerintah semata. Organisasi olahraga, kata dia, harus mulai membangun kemandirian melalui tata kelola profesional, kolaborasi industri, sponsorship, serta pengembangan ekosistem olahraga yang sehat.

“Tidak bisa hanya berharap pada bantuan pemerintah, tetapi juga harus mampu membangun sumber pendanaan yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan,” ujar Akbar dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (22/5).

Baca juga:

Padel dan Cheerleader Resmi Gabung NOC Indonesia, Jakarta Berpeluang Jadi Tuan Rumah World Combat Games 2027

Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat reformasi tata kelola olahraga nasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi.

Regulasi tersebut menekankan penguatan kelembagaan olahraga, tata kelola modern, efisiensi sistem, serta pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Momentum Reformasi Tata Kelola Olahraga Nasional

Akbar menilai regulasi baru tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong organisasi olahraga lebih profesional dan adaptif menghadapi tantangan olahraga global.

“Aturan ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat sistem olahraga nasional. Artinya, cabang olahraga juga harus mulai membangun daya tahan organisasinya sendiri. Karena olahraga dunia bergerak sangat cepat dan kompetitif,” imbuh Akbar.

Sebagai bagian dari Gerakan Olimpiade dunia, NOC Indonesia menjalankan tugas dan fungsi berdasarkan International Olympic Committee melalui Olympic Charter yang menjunjung tinggi prinsip independensi organisasi olahraga dari intervensi politik maupun kepentingan lain di luar olahraga.

Dalam Olympic Charter, Komite Olimpiade Nasional memiliki mandat untuk menjaga otonomi gerakan olahraga dan memastikan federasi nasional dapat menjalankan organisasi secara independen, profesional, dan sesuai prinsip good governance.

Baca juga:

NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional

NOC Indonesia Dorong Organisasi Berstandar Dunia

Karena itu, NOC Indonesia terus mendorong cabang olahraga nasional agar tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga membangun kekuatan organisasi yang sehat secara manajerial dan finansial.

Kalau ingin prestasi dunia, maka organisasinya juga harus berstandar dunia. Atlet membutuhkan sistem yang stabil. Pelatih membutuhkan kepastian program. Dan itu tidak mungkin tercapai kalau organisasi masih bergantung pada satu sumber pendanaan,

Komite Eksekutif NOC Indonesia, Akbar Nasution.

Ia juga menegaskan bahwa semangat pengabdian dalam olahraga harus dibangun di atas visi jangka panjang, bukan sekadar orientasi bantuan.

“Pemimpin olahraga harus siap mencari solusi, mencari sumber pendanaan, membangun kemitraan, dan memastikan pembinaan atlet terus berjalan,” tegas Olympian renang tersebut.

NOC Indonesia meyakini bahwa penguatan independensi organisasi olahraga akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia menuju panggung olahraga dunia.

Langkah tersebut dinilai penting dalam menghadapi agenda besar olahraga internasional seperti Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga Olympic Games Los Angeles 2028 mendatang. (Knu)

#NOC Indonesia #Olahraga #Atlet Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Lampaui Target Emas
Indonesia membawa 39 medali dari Asian Games 2026. Pencapaian itu melampaui target emas. Lalu, Indonesia juga mencatatkan sembilan rekor.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Lampaui Target Emas
Berita Foto
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Tim sepak takraw putra Indonesia raih medali perak nomor kuadran putra di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (3/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 03 Oktober 2026
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Berita Foto
Asian Games Cup 2026: Ganda Putri Indonesia Fitriani/Fadona Melaju ke Babak Final Padel
Atlet padel Indonesia Fitriani Sabatini (kanan) dan Fadona Kusumawati (kiri) berusaha mengembalikan bola di Jepang, Jumat (2/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 02 Oktober 2026
Asian Games Cup 2026: Ganda Putri Indonesia Fitriani/Fadona Melaju ke Babak Final Padel
Olahraga
Yosefa Vidya Firdaus, Atlet Tuli Termuda Wakili Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championships 2026
Efa akan bermain di cabang olahraga badminton bersama dengan sembilan 9 atlet lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Yosefa Vidya Firdaus, Atlet Tuli Termuda Wakili Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championships 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Indonesia
17 Atlet Tuli Indonesia Siap Berlaga di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026
Porturin melepas 17 atlet Tuli Indonesia ke Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026 di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
17 Atlet Tuli Indonesia Siap Berlaga di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026
Olahraga
Desak Made Pecahkan Rekor Panjat Tebing Asian Games, Raih Medali Emas untuk Indonesia
Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus memecahkan rekor dengan waktu 6,062 detik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Desak Made Pecahkan Rekor Panjat Tebing Asian Games, Raih Medali Emas untuk Indonesia
Bagikan