Menakar Tarif Tiket Sempurna untuk MRT Jakarta
Dapat dioperasikan manual maupun otomatis.(Foto MP/Ikhsan Digdo)
MerahPutih.com - Berapa harga yang layak dibayar oleh seorang warga untuk menjadi penumpang pada Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta yang rencananya bakal diujicoba publik pada tanggal 26 Februari 2019 mendatang.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam uji coba pengoperasian delapan kereta MRT Bundaran HI-Lebak Bulus, Jakarta, akhir Januari lalu, sudah mengajukan Rp8.500 per orang per 10 kilometer.
Usulan tersebut, hingga artikel ini ditulis, masih digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengonsultasikan tarif MRT dengan DPRD DKI pada pekan-pekan ini.
1. Menyoal Harga Tiket MRT
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menilai bahwa harga tarif yang ditawarkan oleh MRT terbilang masuk akal.
"Kalau Rp8.500 per 10 kilometer saya rasa cukup reasonable kalau angkutan modanya maksimal," kata Menhub Budi seperti dilansir Antara, Kamis (14/2).
Menurutnya, tarif MRT harus disubsidi disesuaikan dengan daya beli masyarakat agar masyarakat mau menaiki MRT karena tarif yang tidak terlalu mahal.
Senada, pengamat transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyatakan, usulan tarif MRT Jakarta sebesar Rp8.500 per 10 kilometer untuk satu orang masih dalam batas kewajaran.
"Tarif murah atau mahal itu relatif, tetapi (Rp8.500 per 10 kilometer) ini masih wajar," kata Djoko Setijowarno.
Menurut Djoko, ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan pihak manajemen dalam menentukan tarif, yaitu tingkat kemampuan masyarakat untuk membayar, serta tingkat kemauan warga untuk membayar.
Djoko menegaskan, transportasi umum seperti MRT perlu disubsidi oleh pemerintah. Bahkan, ia mengingatkan bahwa sejumlah kota di dunia sudah menggratiskan transportasi umumnya.
Bila dibandingkan dengan tarif KRL, hal itu berbeda karena infrastruktur KRL sudah ada dasarnya dari dulu, sedangkan MRT dibangun dari nol.
2. Strategi Penetapan Harga Tiket MRT
Arah politik Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas, mengemukakan bahwa penentuan tarif MRT Jakarta sangat tergantung pada arah politik otoritas yang menentukan, karena ada berbagai opsi yang perlu dipertimbangkan.
"Penentuan tarif itu sifatnya politis, tergantung pemerintahnya," kata Darmaningtyas.
Menurut dia, penentuan tarif sebenarnya memiliki banyak komponen, seperti bagaimana beban investasi yang digelontorkan hingga biaya operasionalnya.
Namun, ia juga berpendapat, tarif tidak bisa ditentukan secara sepihak, karena banyak hal lain yang juga harus dipikirkan, misalnya dari segi warga sebagai penggunanya.
Darmaningtyas memaparkan, ada dua jenis tarif yang bisa digunakan, yaitu tarif flat (tidak tergantung jarak) dan tarif berdasarkan jarak atau antarstasiun.
Ia memaparkan, untuk menarik perhatian masyarakat, tarif bisa berdasarkan jarak, tetapi untuk kepentingan bisnis tarifnya mesti flat.
Mengenai manajemen MRT Jakarta yang mengusulkan tarif sebesar Rp8.500 per 10 kilometer, Darmaningtyas menyatakan tarif tersebut karena MRT baru tahap promosi atau masih awal.
Ia mengusulkan, untuk tarif pertama kali adalah Rp10.000 per orang, dan setelah setahun, tarif itu dievaluasi tergantung jumlah penggunanya.
Harus terjangkau Peneliti Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Wahyudi Akmaliah mengatakan tarif MRT harus bisa dijangkau berbagai kalangan ekonomi.
Menurut Yudi, hal ini penting agar keberadaan moda transportasi massal yang baru ini bisa mengubah kebiasaan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Yudi berpendapat, jika tarifnya terlalu mahal, bisa saja mereka akan kembali menggunakan transportasi pribadi.
Ia mengatakan, menilik sejarah transportasi massal di Jakarta, sebenarnya kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi umum sudah cukup baik dan adaptif, apalagi sejak munculnya Transjakarta dan pembenahan moda KRL.
Selain harga tiket yang terjangkau, kunci kesuksesan transportasi massal di ibukota terletak pada kecepatan moda transportasi itu.
Sementara itu, peneliti Institut Studi Transportasi (Instra) Deddy Herlambang mengharapkan tarif MRT bisa kompetitif saat pertama kali dioperasikan secara komersial pada Maret mendatang.
Deddy Herlambang menilai hal tersebut karena MRT adalah moda transportasi baru yang harus bisa menjadi pilihan alternatif dari moda transportasi yang sudah ada dan mumpuni di Jakarta, yakni Transjakarta.
"Transjakarta Rp3.500 bisa putar-putar se-Jakarta. Kalau memang niatnya pemerintah ingin mengalihkan masyarakat pada angkutan umum harus dicarikan solusi, misal, menambah subsidinya," kata Deddy.
Menurut Deddy, saat pertama kali diluncurkan, MRT bisa mengenakan tarif Rp5.000 untuk 10 kilometer pertama dengan penambahan biaya per kilometer yang harus dipikirkan lagi.
Dengan demikian, berdasarkan tanggapan sejumlah pengamat, jumlah tarif yang ditawarkan cukup beragam, yaitu Rp5.000, Rp10.000, atau Rp8.500 per orang sebagaimana yang diajukan oleh manajemen PT MRT.
Menutupi kekurangan Meski demikian, menurut Dirut MRT Jakarta, William Sabandar, sebenarnya biaya yang dibutuhkan satu orang dalam satu perjalanan adalah sekitar Rp30.000 per orang.
"Namun hal tersebut tidak bisa dibebankan pada masyarakat," kata Dirut MRT.
Mengingat kekurangan yang masih cukup banyak, pihaknya berupaya mengembangkan bisnis untuk memenuhi kekurangan pendapatan pada tiket.
3. Strategi Pengembangan Bisnis MRT
Bagikan
Berita Terkait
Pemprov DKI Perluas Lagi Transjabodetabek, Rute Cawang-Cikarang bakal Beroperasi Februari
Jangan Sampai Kehabisan Tiket Mudik 2026, PT KAI Bocorkan Tanggal Paling Rebutan Tahun Ini
Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari
TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Segera Beroperasi, Segini Tarifnya
Penjualan Tiket KA Lebaran 2026 Meningkat, H-2 Jadi Tanggal Terfavorit Pemudik
Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Rute Baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Dibuka Pekan Depan, Bisa Urai Kemacetan
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Stasiun Jatake Sudah Dibuka, ini Rute Lengkap KRL Tanah Abang–Rangkasbitung