Menakar Tarif Tiket Sempurna untuk MRT Jakarta

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 25 Februari 2019
Menakar Tarif Tiket Sempurna untuk MRT Jakarta

Dapat dioperasikan manual maupun otomatis.(Foto MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berapa harga yang layak dibayar oleh seorang warga untuk menjadi penumpang pada Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta yang rencananya bakal diujicoba publik pada tanggal 26 Februari 2019 mendatang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dalam uji coba pengoperasian delapan kereta MRT Bundaran HI-Lebak Bulus, Jakarta, akhir Januari lalu, sudah mengajukan Rp8.500 per orang per 10 kilometer.

Usulan tersebut, hingga artikel ini ditulis, masih digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengonsultasikan tarif MRT dengan DPRD DKI pada pekan-pekan ini.

1. Menyoal Harga Tiket MRT

Situasi di dalam Kereta MRT (Foto: MP/Ikhsan Digdo)
Situasi di dalam Kereta MRT (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menilai bahwa harga tarif yang ditawarkan oleh MRT terbilang masuk akal.

"Kalau Rp8.500 per 10 kilometer saya rasa cukup reasonable kalau angkutan modanya maksimal," kata Menhub Budi seperti dilansir Antara, Kamis (14/2).

Menurutnya, tarif MRT harus disubsidi disesuaikan dengan daya beli masyarakat agar masyarakat mau menaiki MRT karena tarif yang tidak terlalu mahal.

Senada, pengamat transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyatakan, usulan tarif MRT Jakarta sebesar Rp8.500 per 10 kilometer untuk satu orang masih dalam batas kewajaran.

"Tarif murah atau mahal itu relatif, tetapi (Rp8.500 per 10 kilometer) ini masih wajar," kata Djoko Setijowarno.

Menurut Djoko, ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan pihak manajemen dalam menentukan tarif, yaitu tingkat kemampuan masyarakat untuk membayar, serta tingkat kemauan warga untuk membayar.

Djoko menegaskan, transportasi umum seperti MRT perlu disubsidi oleh pemerintah. Bahkan, ia mengingatkan bahwa sejumlah kota di dunia sudah menggratiskan transportasi umumnya.

Bila dibandingkan dengan tarif KRL, hal itu berbeda karena infrastruktur KRL sudah ada dasarnya dari dulu, sedangkan MRT dibangun dari nol.

2. Strategi Penetapan Harga Tiket MRT

Pekerja melakukan perawatan segment tunnel (ruas terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Senayan, Jakarta. (MP/Derry Ridwansah)
Pekerja melakukan perawatan segment tunnel (ruas terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Senayan, Jakarta. (MP/Derry Ridwansah)

Arah politik Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas, mengemukakan bahwa penentuan tarif MRT Jakarta sangat tergantung pada arah politik otoritas yang menentukan, karena ada berbagai opsi yang perlu dipertimbangkan.

"Penentuan tarif itu sifatnya politis, tergantung pemerintahnya," kata Darmaningtyas.

Menurut dia, penentuan tarif sebenarnya memiliki banyak komponen, seperti bagaimana beban investasi yang digelontorkan hingga biaya operasionalnya.

Namun, ia juga berpendapat, tarif tidak bisa ditentukan secara sepihak, karena banyak hal lain yang juga harus dipikirkan, misalnya dari segi warga sebagai penggunanya.

Darmaningtyas memaparkan, ada dua jenis tarif yang bisa digunakan, yaitu tarif flat (tidak tergantung jarak) dan tarif berdasarkan jarak atau antarstasiun.

Ia memaparkan, untuk menarik perhatian masyarakat, tarif bisa berdasarkan jarak, tetapi untuk kepentingan bisnis tarifnya mesti flat.

Mengenai manajemen MRT Jakarta yang mengusulkan tarif sebesar Rp8.500 per 10 kilometer, Darmaningtyas menyatakan tarif tersebut karena MRT baru tahap promosi atau masih awal.

Ia mengusulkan, untuk tarif pertama kali adalah Rp10.000 per orang, dan setelah setahun, tarif itu dievaluasi tergantung jumlah penggunanya.

Harus terjangkau Peneliti Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Wahyudi Akmaliah mengatakan tarif MRT harus bisa dijangkau berbagai kalangan ekonomi.

Menurut Yudi, hal ini penting agar keberadaan moda transportasi massal yang baru ini bisa mengubah kebiasaan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Yudi berpendapat, jika tarifnya terlalu mahal, bisa saja mereka akan kembali menggunakan transportasi pribadi.

Ia mengatakan, menilik sejarah transportasi massal di Jakarta, sebenarnya kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi umum sudah cukup baik dan adaptif, apalagi sejak munculnya Transjakarta dan pembenahan moda KRL.

Selain harga tiket yang terjangkau, kunci kesuksesan transportasi massal di ibukota terletak pada kecepatan moda transportasi itu.

Sementara itu, peneliti Institut Studi Transportasi (Instra) Deddy Herlambang mengharapkan tarif MRT bisa kompetitif saat pertama kali dioperasikan secara komersial pada Maret mendatang.

Deddy Herlambang menilai hal tersebut karena MRT adalah moda transportasi baru yang harus bisa menjadi pilihan alternatif dari moda transportasi yang sudah ada dan mumpuni di Jakarta, yakni Transjakarta.

"Transjakarta Rp3.500 bisa putar-putar se-Jakarta. Kalau memang niatnya pemerintah ingin mengalihkan masyarakat pada angkutan umum harus dicarikan solusi, misal, menambah subsidinya," kata Deddy.

Menurut Deddy, saat pertama kali diluncurkan, MRT bisa mengenakan tarif Rp5.000 untuk 10 kilometer pertama dengan penambahan biaya per kilometer yang harus dipikirkan lagi.

Dengan demikian, berdasarkan tanggapan sejumlah pengamat, jumlah tarif yang ditawarkan cukup beragam, yaitu Rp5.000, Rp10.000, atau Rp8.500 per orang sebagaimana yang diajukan oleh manajemen PT MRT.

Menutupi kekurangan Meski demikian, menurut Dirut MRT Jakarta, William Sabandar, sebenarnya biaya yang dibutuhkan satu orang dalam satu perjalanan adalah sekitar Rp30.000 per orang.

"Namun hal tersebut tidak bisa dibebankan pada masyarakat," kata Dirut MRT.

Mengingat kekurangan yang masih cukup banyak, pihaknya berupaya mengembangkan bisnis untuk memenuhi kekurangan pendapatan pada tiket.

3. Strategi Pengembangan Bisnis MRT

#MRT Jakarta #Kereta #Transportasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang
Pengembangan Gambir diarahkan agar ruang stasiun lebih produktif dan memberi manfaat lebih luas.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang
Berita
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, TransJabodetabek Rp 10.000
Tarif TransJakarta diusulkan menjadi Rp 5.000. Kemudian, TransJabodetabek diusulkan menjadi Rp 10.000.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, TransJabodetabek Rp 10.000
Indonesia
Sering Berhenti Mendadak, MRT Jakarta Minta Maaf
Sistem persinyalan MRT Jakarta telah dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan yang dirancang untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
 Sering Berhenti Mendadak, MRT Jakarta Minta Maaf
Indonesia
Dukuh Atas Segera Jadi Super Hub Transportasi Jakarta, Enam Moda Bertemu di Satu Titik
Pramono Anung menargetkan perpanjangan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas rampung pada akhir 2028. Kawasan ini akan mengintegrasikan enam moda transportasi umum.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Dukuh Atas Segera Jadi Super Hub Transportasi Jakarta, Enam Moda Bertemu di Satu Titik
Indonesia
Transjakarta Rute 1N dan 10D Berhenti Beroperasi Mulai 1 Juli 2026
Terdapat sejumlah rute eksisting Transjakarta di jalan yang dilintasi dua layanan rute tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Transjakarta Rute 1N dan 10D Berhenti Beroperasi Mulai 1 Juli 2026
Indonesia
Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk di 2026, Layani 3,15 Juta Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh
KAI mencatat Stasiun Pasar Senen sebagai stasiun kereta api jarak jauh tersibuk sepanjang Januari-Mei 2026 dengan total 3,15 juta pergerakan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk di 2026, Layani 3,15 Juta Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh
Indonesia
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Program mencakup diskon transportasi hingga bantuan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun, Fokus Transportasi hingga Bantuan Pangan
Berita Foto
Warga Nikmati Tarif Rp1 untuk TransJakarta, MRT, dan LRT di HUT ke-499 Jakarta
Suasana penumpang tap tiket Rp 1 saat memasuki MRT Jakarta di Stasiun MRT Jakarta Blok-M, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Warga Nikmati Tarif Rp1 untuk TransJakarta, MRT, dan LRT di HUT ke-499 Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan Tarif Rp 1 Transjakarta, MRT, LRT, Masuk Tempat Wisata Juga Gratis
Kebijakan ini berlaku untuk semua warga tak hanya yang berKTP DKI.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan Tarif Rp 1 Transjakarta, MRT, LRT, Masuk Tempat Wisata Juga Gratis
Indonesia
Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh
Renovasi ini bertujuan membangun konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh
Bagikan