Direktur Pengembangan Bisnis MRT Ghamal Peris menyebutkan, setidaknya ada tiga strategi pengembangan bisnis yang dilakukan pihak MRT untuk menutup kekurangan biaya operasional tersebut.
Pertama, kemitraan nama stasiun dengan sistem sponsorship, dengan kontrak selama lima tahun bagi perusahaan yang berjarak 700 meter dari stasiun.
Kedua, area komersial di stasiun bagi perusahaan retail. Saat ini sudah ada 15 mitra retail yang telah bergabung di 10 stasiun pada tahap satu.
Ketiga, penyediaan 16 lokasi untuk UMKM di lima stasiun, yakni Lebak Bulus (enam UMKM), Haji Nawi (satu UMKM), Blok A (satu UMKM), Fatmawati (enam UMKM) dan Dukuh Atas (dua UMKM).
"MRT bersama Bekraf akan menyeleksi proposal UMKM dan memilih 16 mitra UMKM untuk diberikan kesempatan menempati lima stasiun itu dan mendapatkan pembinaan inkubator bisnis," kata Ghamal.
Selain itu, MRT menggandeng perbankan sebagai mitra untuk sistem tiket pembayaran dan juga kerja sama dalam hal promosi MRT Jakarta.
Diharapkan dengan berbagai strategi tersebut, biaya dana operasional yang dibutuhkan oleh MRT akan tertutupi, dan dengan bantuan subsidi dari pemerintah, diharapkan warga juga akan mendapatkan tarif yang tepat dan sesuai, serta terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. (*)
Baca Juga: Keren Banget, MRT Jakarta Akan Punya Ruang Khusus Disabilitas