Melihat Catatan Analis Politik pada Debat Capres Keempat

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 01 April 2019
Melihat Catatan Analis Politik pada Debat Capres Keempat

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Analis Politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai penampilan kedua capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, pada Debat Capres keempat adalah yang terbaik, tapi masih ada beberapa catatan untuk penyelenggara debat.

Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/4), mencermati pelaksanaan Debat Capres keempat yang diselenggarakan KPU, di Jakarta, Sabtu (30/3) malam.

Menurut Pangi Syarwi, pada Debat Capres keempat, capres 02 Prabowo Subianto, sudah bisa 'menyerang' gagasan dan kebijakan capres 01 Joko Widodo. "Prabowo menyerang gagasan tanpa menyerang 'personal'. Prabowo kali ini berhasil mengambil 'panggung' debat yang mahal dan megah ini." katanya seperti dilansir Antara.

Direktur Lembaga Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago (MP/Asropih)
Direktur Lembaga Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago (MP/Asropih)

Di sisi lain, kata dia, Capres 01 Joko Widodo, beberapa kali menggunakan istilah yang belum bersahabat dengan telinga masyarakat, seperti istilah 'dilan' yang maksudnya 'digital dan melayani'. Jokowi juga menyebut istilah 'Mal Pelayanan Publik' untuk menyasar pemilih millennial. "Apakah Jokowi berhasil menggaet suara milenial?" kata Pangi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menilai, penampilan Jokowi dan Prabowo dalam debat kali ini bisa disebut sukses memainkan perannya masing-masing karena pada debat sebelumnya seperti peran aktor yang tertukar.

Baca Juga:

Mestinya Prabowo Fokus Daripada Urusi Tim Kampanye yang Menertawainya

Ma'ruf Amin 'Serang' Prabowo Mana Pernah Teken Kebijakan Alutsista

Pada Debat kali ini, kedua kandidat tampil dengan karakter aslinya, Jokowi terlihat santai dan lebih kalem dibandingkan debat sebelumnya. Sebaliknya Prabowo tampil 'garang' sejak menit awal debat dimulai. "Orisinalitas Prabowo ini sepertinya sudah dinanti-nanti lama oleh para pendukungnya dalam panggung debat," katanya.

Menurut Pangi, Prabowo kembali ke jati dirinya yang keras dan tegas, sementara Jokowi kembali ke jati dirinya yang kalem dan tenang, tidak menggebu-gebu menyampaikan capaian keberhasilan program pemerintahannya selama ini.

Penampilan debat dari kedua kandidat, kata dia, hanya akan menguatkan pendukungnya sendiri atau 'strong voters'. "Saya pikir belum terlalu efektif daya pikat jangkauannya menarik pemilih rasional yang belum menentukan pilihan atau 'undecided voters'," katanya.

Dalam pandangan Pangi, sebagai capres petahana, paparan Jokowi terkait tema debat masih terlalu datar, seharusnya beliau tampil lebih baik dengan asupan data dan 'success story' pemerintahannya selama 4,5 tahun terakhir.

Sementara itu, Prabowo tampil agresif bahkan cenderung ofensif. "Emosi tak terkontrol di tengah debat membuat citra positif di awal debat menjadi buyar. Imajinasi dari pemilih rasional akan mulai menerawang liar, dan ini sangat tidak menguntungkan," katanya.

Menurut Pangi, kontrol emosi yang buruk ini membuat struktur sentimen yang awalnya mulai positif membuat registrasi pemilih 'swing voter' kembali menguat.

Kedua kandidat, menurut Pangi, seharusnya lebih jeli membaca situasi, kondisi, dan mampu memposisikan diri.

"Kedua kandidat harus menyadari bahwa dukungan yang mereka dapat hari ini sudah mulai mengkristal, sehingga segmen pemilih yang menjadi target debat adalah 'undecided voter' dan 'swing voter' untuk meningkatkan elektoral," katanya.

Menurut Pangi, masih ada satu kesempatan debat lagi, kedua kandidat harus mempertimbangkan hal ini jika ingin memaksimalkan dukungan tambahan. (*)

Baca Juga: Pengamat Nilai 'Swing Voters' Akan Berlabuh ke Jokowi

#Debat Capres-cawapres #Pilpres 2019 #Prabowo #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Menurut Prasetyo, Presiden akan terlebih dahulu melakukan kajian dan meminta masukan dari Menteri Keuangan sebelum mengambil keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Indonesia
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Presiden juga sempat bertukar obrolan bersama Zidane untuk menanyakan capaian karir Theo di usianya yang menginjak 23 sekarang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
 Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Indonesia
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Optimisme Prabowo didasarkan pada bukti bahwa ekonomi Indonesia masih tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian harus bersifat substantif, bermakna, dan independen, bukan simbolik, serta tidak bertentangan dengan sikap resmi Indonesia yang selama ini menolak segala bentuk penjajahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Indonesia
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Dengan kehadiran Presiden, Indonesia mendapatkan investasi yang bagus dan banyak supaya bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Indonesia
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Dalam paparan tersebut, Presiden Prabowo juga akan membahas mengenai capaian-capaian yang telah diraih Pemerintah dalam satu tahun masa pemerintahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Indonesia
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Indonesia
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Kerja sama pendidikan dengan kampus terkemuka di Inggris ini, kata Teddy, diharapkan dapat meningkatkan peringkat universitas Indonesia di dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Indonesia
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Inggris menyepakati pembuatan kapal tangkap ikan untuk nelayan sebanyak 1.582 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Indonesia
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Sesi working lunch itu berlangsung selama lebih dari sejam. Seluruh pertemuan dan pembicaraan di dalam ruangan berlangsung tertutup untuk wartawan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Bagikan