Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Soekarnoputri: Cintailah Budaya Indonesia

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 28 Januari 2018
Megawati Soekarnoputri: Cintailah Budaya Indonesia

Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - DPP PDI Perjuangan menggelar pertunjukan wayang semalam suntuk di area Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Sabtu (27/1). Kegiatan itu merupakan rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-45 dan HUT Megawati Soekarnoputri ke-71.

Pertunjukan wayang berjudul "Bima Jumeneng Guru Bangsa" ditampilkan oleh tiga dalang kondang, yaitu Ki Purbo Asmoro, Ki Anom Dwijo Kangko dan Ki Tjahyo Kuntadi ini turut dihadiri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam sambutannya, Mega berpesan agar masyarakat tanah air tetap mempertahankan budaya bangsa meski serbuan budaya asing semakin masif.

"Ini (Wayang) budaya kita yang harus dilestarikan, apalagi generasi muda atau milenial," kata Mega saat memberi sambutan.

Ironi memang, setiap pagelaran budaya tampak sepi, padahal orang asing (Eropa), kata dia, berbondong-bondong datang ke wilayah timur hanya ingin tahu budaya timur yang masih lestari.

"Kita lihat orang asing datang menonton karena di sana tidak ada, mereka mulai mencari sebenarnya, melihat budaya di timur, kenapa budaya timur masih terpelihara dengan baik," ujar dia.

Presiden RI ke-5 ini pun menceritakan bagaimana animo masyarakat saat menonton wayang di zaman ayahnya, bung Karno masih berkuasa.

"Ayah saya penggemar wayang sejak kecil hingga jadi presiden, dua bulan sekali adakan di istana yang dihadiri masyarakat, sehingga saya masih ingat sampai meluber ada yang duduk dilantai sampai pagar," tuturnya.

Menambahkan, Mega menyebut Sunan Kalijaga saja menyebarkan Islam dengan menggunakan sarana wayang, dengan bahasa santun dan penuh kedamaian.

Karananya, tandas dia, meskipun berada di negeri asing, eropa, jangan pernah melupakan budaya sendiri, budaya yang indah ini.

"Budaya barat sudah masuk ke Indonesia tapi kita harus tetap mempertahankan budaya sendiri, Cucu saya kerap saya ingatkan saat ke Eropa saya selalu ingatkan jangan sampai lupa budaya Indonesia yang indah ini," tandasnya. (Asp)

#PDI Perjuangan #Ulang Tahun PDIP #Megawati Soekarnoputri #HUT Megawati
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan