Megawati Sebut Penyebar Foto Vulgar Anas Pengecut
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan lawan politiknya di Pilkada 2018 untuk tidak menggunakan cara-cara kotor dalam memenangkan pertarungan.
Melalui pidato, Megawati menyindir oknum tertentu yang menggunakan cara negatif untuk membunuh karakter kadernya yang ikut berkompetisi di pilkada.
Fenomena kemajuan teknologi, kata Mega, seakan semua terkoneksi untuk hidup bersama. Ironisnya hidup bersama, tapi miskin komunikasi," kata Megawati di Jakarta, Rabu (10/1).
Megawati juga menyebut oknum yang menyebarkan foto vulgar Azwar Anas sebagai orang yang pengecut, tidak berjiwa kesatria.
"Saya tahu kalau banteng itu jantan. Kalau mau tempur, ayo bersikap jantan, padahal anak-anak pada bilang 'ibu jangan lupa, ibu betina'," katanya.
Fenomena yang disebut okstrus adalah istilah yang muncul akibat anomali yang lahir dari politisi. Opini publik digiring sedemikian rupa yang dirancanag sedemikian rupa sampai kadang membuat wartawan bimbang menyampaikan berita.
"Bagaimana mungkin ayah saya membuat partai PNI lalu dikatakan PKI, lalu PDIP jelas-jelas Pancasila, dikatakan kami PKI, lalu presiden kita sebagai simbol negara pak Jokowi PKI, ibunya dikatakan orang Cina sampai saya bilang saya kenal ibunya sebelum nyapres jadi ibunya yang mana," ucap Megawati.
Lebih lanjut, katanya, bangsa kita ini sudah dimasuki budaya-budaya asing, mencampurkan antara nilai dan norma yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Yang mampu tampil dengan berbagai perwujudan. Dengan strategi politik seribu wajah padahal yang disampaikan hanya kebohongan semata. Padahal semua berupa hoax tidak tanggung-tangging isu agama dan ras dijadikan peluru hoax," imbuhnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern