Masyarakat Disarankan tidak Pakai Masker Scuba, Ini Penjelasannya

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 19 September 2020
Masyarakat Disarankan tidak Pakai Masker Scuba, Ini Penjelasannya

Ilustrasi masker scuba. (Setpres/Pamela Sakina/Andi Bagasela/Nusantara Mulkan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masker scuba yang ramai dipakai oleh warga di tengah pandemi COVID-19 ternyata tidak efekti tangkal virus corona. Pernyataan itu disampaikan Dokter Rumah Sakit Akademik UGM, Mahatma Sotya Bawono.

"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar 0 sampai 5 persen sehingga tidak cukup untuk proteksi," ucap Mahatma dalam keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Sabtu (19/9)

Baca Juga

Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kelurahan Gilingan Solo Lockdown

Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, kepala, dan leher ini menjelaskan masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar virus corona.

Oleh sebab itu, seperti dilansir Antara, Mahatma tidak menyarankan pemakaian masker scuba sebagai alat pelindung dari penularan virus corona.

"Tidak disarankan pakai scuba atau buff masker karena kemampuan filter sangat kecil. Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis yang memiliki efektivitas penyaringan partikel 50-70 persen," tutur dia

Rambu wajib pakai masker terpasang di halte bus Jalan Panglima Sudirman Surabaya sejak akhir pekan kemarin. ANTARA/Didik Suhartono. (.)
CaptionRambu wajib pakai masker terpasang di halte bus Jalan Panglima Sudirman Surabaya sejak akhir pekan kemarin. ANTARA/Didik Suhartono. (.)

Masker scuba, lanjutnya, dibuat dari bahan tipis elastis yang hanya terdiri dari satu lapisan kain. Selain itu, bahan yang elastis menjadikan masker memiliki kecenderungan menjadi longgar saat dipakai.

"Bahannya elastis sehingga serat atau pori-pori masker jadi longgar atau membesar. Jadi meski pakai scuba berlapis-lapis akan sia-sia karena bahannya melar," kata dia.

Ia menyampaikan penggunaan masker kain tiga lapis akan membantu mengurangi penularan virus corona dari orang ke orang.

Baca Juga

3.700 Kamar Hotel Siap Dijadikan Lokasi Isolasi OTG di Kawasan Jakarta

Guna mencegah penyebaran virus corona, dia meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Selain menggunakan masker dari bahan yang tepat dan cara pemakaian yang benar, menurut dia, masyarakat diharapkan tetap menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat. (*)

#Masker
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Lifestyle
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Malah bikin kulit jadi kering loh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Maret 2025
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Indonesia
Sekda DKI Instruksikan Lurah Ajak Warga kembali Pakai Masker Hadapi Polusi Udara
Hal itu tertuang dalam Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2023 tentang Upaya Percepatan Penurunan Tingkat Pencemaran Udara Sekda Provinsi DKI Jakarta.
Mula Akmal - Selasa, 05 September 2023
Sekda DKI Instruksikan Lurah Ajak Warga kembali Pakai Masker Hadapi Polusi Udara
Indonesia
Pengguna KRL Masih Diwajibkan Pakai Masker
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih memberlakukan wajib masker bagi pengguna.
Zulfikar Sy - Minggu, 11 Juni 2023
Pengguna KRL Masih Diwajibkan Pakai Masker
Indonesia
Pemerintah Resmi Cabut Aturan Wajib Masker di Tempat Umum
Pemerintah memperbaharui aturan protokol kesehatan di masa transisi endemi COVID-19. Dalam kebijakan terbaru itu, masyarakat tidak lagi diwajibkan mengenakan masker ketika berada di fasilitas publik.
Mula Akmal - Sabtu, 10 Juni 2023
Pemerintah Resmi Cabut Aturan Wajib Masker di Tempat Umum
Bagikan