Masyarakat Dinilai Sudah Rindu Datang ke Mal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Agustus 2022
Masyarakat Dinilai Sudah Rindu Datang ke Mal

Ilustrasi mal. (Foto: Kota Kasablanka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 telah mengubah cara orang berbeanja. Saat ini belanja daring telah menjadi tren karena keterbatasan mobilitas. Namun, diyakini masyarakat sudah merindukan untuk datang ke mal buat berbelanja langsung.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal pada tahun 2022 naik menjadi 80 persen dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19.

Baca Juga:

PPKM Level 1 Termasuk Jabodetabek, Kapasitas Restoran hingga Mal Boleh 100 Persen

"Kami memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan di tahun 2022 ini akan lebih baik dibandingkan 2020 dan 2021. Kalau 2020 rata-rata nasional hanya 50 persen dari kondisi normal, 2021 60 persen, di 2022 ini kami prediksi bisa 70 hingga 80 persen," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPBI Alphonzus Widjaja di Jakarta, Rabu (3/8).

Jumlah pengunjung satu mal menengah per harinya rata-rata 30.000 orang pada 2019 atau sebelum pandemi COVID-19. Namun, anjlok saat pemberlakuan atau pengetatan mobilitas karena pandemi COVID-19.

"Kami juga berharap, kita sudah memasuki semester dua di mana penjualan terus bergerak naik. Saya kira sekarang ini masyarakat sudah kangen sama mal setelah dua tahun tidak ke mal karena berbagai pembatasan," ujarnya.

Ia memaparkan, kenaikan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan disebabkan kondisi yang saat ini sudah mulai membaik, di mana pemerintah sudah mulai melakukan pelonggaran terhadap mobilitas masyarakat. Selain itu, sebagian besar masyarakat juga sudah melakukan vaksinasi.

"Setelah dua tahun kita hidup dalam kondisi serba virtual, ini saatnya kita kembali ke kehidupan normal untuk bisa berinteraksi dengan sesama secara langsung, bukan di virtual," katanya dikutip Antara.

Alphonzus tetap mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat berbelanja. Pusat perbelanjaan juga tetap harus memberlakukan aplikasi PeduliLindungi agar menciptakan suasana belanja yang aman dan nyaman bagi pengunjung. (*)

Baca Juga:

Pengunjung Mal Wajib Vaksin Booster, Berikut Aturan Lengkapnya

#Inflasi #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, terutama akibat kenaikan biaya sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan bimbingan belajar pada awal tahun ajaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Indonesia
Harga Sayuran Naik akibat Pasokan Berkurang, Pemprov DKI Siapkan Langkah Penanganan
Pemprov DKI Jakarta mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran akibat berkurangnya pasokan. TPID diminta mengecek penyebab dan menyiapkan solusi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Harga Sayuran Naik akibat Pasokan Berkurang, Pemprov DKI Siapkan Langkah Penanganan
Indonesia
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Badan Pusat Statistik mencatat, pada Juni 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,89.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Cermati Inflasi Pangan, Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Bahan Baku
Indonesia
Intervensi 1,34 Juta Ton Beras Diklaim Bikin Inflasi Harga di Eceran Stabil
Di tingkat eceran terjadi inflasi (beras) secara month to month sebesar 0,45 persen dan secara year on year terjadi inflasi di tingkat eceran sebesar 3,98 persen
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Intervensi 1,34 Juta Ton Beras Diklaim Bikin Inflasi Harga di Eceran Stabil
Bagikan