Martin Scorsese Kritik Layanan Streaming Film dengan Algoritmanya
Martin Scorses ungkapkan ketidaksukaannya pada layanan streaming film. (Foto: Full Circle Cinema)
LAYANAN streaming telah membuat pengalaman menonton film tetap hidup selama masa pandemi karena menawarkan alternatif yang aman sementara bioskop tutup. Namun, sutradara film Martin Scorsese malihat platform semacam itu bukan sebagai dewa penyelamat industri film.
Dalam sebuah esai untuk majalah Harper, dia memperingatkan bahwa sinema sedang "direndahkan ... dikesampingkan dan diredupkan" dengan memasukkannya di bawah payung istilah "konten".
Baca Juga:
Jennifer Garner dan Mark Ruffalo Reunian dalam Film 'The Adam Project'
Dia secara khusus mengkritik kurangnya kurasi pada platform streaming. Menurutnya, sistem algoritma yang memberikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan menonton individu atau kolektif, merusak bentuk seni dan "memperlakukan penonton hanya sebagai konsumen tidak lebih".
Ini bukan pertama kalinya Scorsese, peraih Oscar di balik film klasik seperti Raging Bull (1980) dan Goodfellas (1990), berbicara menentang kondisi industri film. Pada 2019, dia mengeluhkan ketergantungan jaringan sinema pada film superhero dan menyamakan film Marvel dengan wahana taman hiburan.
Bagaimana sebenarnya algoritma ini bekerja dan apakah mereka benar-benar merusak budaya sinema seperti yang diungkapkan Scorsese? Algoritma menentukan apa yang kamu minati dan kemudian memberimu lebih banyak tontonan derngan menggunakan sebanyak mungkin titik data yang bisa mereka dapatkan.
Algoritma layanan streaming menggunakan berbagai aspek perilaku penonton untuk menginformasikan cara perusahaan mengkategorikan, menyortir, memfilter, dan menyajikan berbagai jenis konten. Ini mencakup format, dari film, TV, dan musik, hingga berbagai sumber rekomendasi: label, genre, playlist, dan pengguna lain yang mungkin memiliki selera yang sama.
Baca Juga:
Semua ini dijual atas nama personalisasi, jelas Elinor Carmi, peneliti di departemen komunikasi dan media Universitas Liverpool. "Untuk melacak perilaku Anda dan menyusun profil, platform ini memastikan bahwa hanya satu orang yang dikaitkan dengan sebuah akun," katanya seperti diberitakan bbc.com (24/2).
"Bahkan ketika kamu membayar untuk akun yang dapat melayani beberapa orang di Netflix, Amazon Prime atau Apple TV, itu menawarkan setiap individu pintu masuk terpisah yang akan memiliki semua preferensi, perilaku dan polamu. Algoritme beroperasi di bagian back-end dari interface yang dilihat orang saat mereka masuk. Sistem ini memiliki cara khusus untuk menunjukkan dan mendorong orang pada tontonan yang harus mereka pilih, mulai dari memprioritaskan hasil pencarian teratas tombol penelusuran, tampilan, warna, dan bahkan gambar," Carmi menjelaskan.
Netflix sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka bahkan mempersonalisasi thumbnail untuk beberapa pertunjukan dengan algoritma yang secara otomatis memilih yang paling menarik tergantung pada riwayat penayangan individu.
"Kami tidak memiliki satu produk tetapi lebih dari 100 juta produk berbeda dengan satu produk untuk setiap pelanggan kami dengan rekomendasi personal dan visual yang dipersonalisasi," jelas Netflix dalam postingan dari blog teknologi mereka. Tujuan dari sistem rekomendasi yang dipersonalisasi Netflix, seperti para pesaingnya, adalah untuk "menghadirkan judul yang tepat untuk setiap pelanggan pada waktu yang tepat".
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
'Surat untuk Masa Mudaku', Kisah Perjalanan Bertumbuh dalam Persahabatan
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Kota Tua Jakarta Ditutup Sementara, Diduga Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK
'Dune Messiah' hingga 'Jumanji 3', Film Aksi Spektakuler Bakal Tayang di 2026
Aktris Jang Young Nam Akan Terlibat Dalam Proyek Sageuk Gelap 'The East Palace'
'Return to Silent Hill' Tayang 28 Januari 2026, Teror Kota Berkabut Siap Kembali Menghantui
Tren Oscar 2026: Film Durasi Panjang Dominasi Nominasi, ‘Sinners’ Pecahkan Rekor
‘The Super Mario Galaxy Movie’ Umumkan Tanggal Rilis Baru, Hadirkan Yoshi dan Birdo
Netflix Garap Film 'Tygo': Debut Lisa BLACKPINK dan Aksi Brutal Ma Dong Seok
Dibintangi Timothée Chalamet, Film 'Marty Supreme' Raup Rp 1,7 Triliun secara Global