Manusia, Alam, dan Kopi Terangkum dalam Dokumenter ‘Legacy of Java’
Diharapkan menjadi penting perjalanan kopi di masa depan. (Foto: YouTube/Nayaka Pictures)
TRAILER dibuka dengan proses pengolahan kopi di coffee shop hingga menampilkan indahnya Pulau Jawa dari ketinggian. Begitu kira-kira gambaran dari film dokumenter karya sutradara Budi Kurniawan, Legacy of Java.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar nonton bareng pemutaran Legacy of Java di XXI Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Sabtu (12/6). Pemutaran ini merupakan salah sati bagian dari acara Kopi Craft Indonesia, hasil kolaborasi Kemenparekraf dengan Summarecon Mall Serpong dalam mempromosikan subsektor kuliner kopi.
Mengutip ANTARA, Budi menjelaskan film dokumenter ini menceritakan tentang pemaparan yang kompleks antara hubungan manusia, alam, dan kopi Jawa. Film ini juga melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, akademisi, sejarawan, hingga seniman.
Baca juga:
Garin Nugroho: Optimisme Industri Film Indonesia Dorong ke Oscar
“Legacy of Java diracik dari sumber literatur sampai percakapan diskusi. Dari petani, seniman, sejarawan, ilmuwan, barista, pengusaha muda, dan pelaku industri kopi,” kata Budi.
Film dokumenter ini dibuat sejak Juni 2019 dengan pengambilan gambar yang melintasi Pulau Jawa selama 11 hari. Lebih lanjut, ia berharap film dokumenter ini akan menjadi nutrisi visual untuk industri kopi dan catatan penting perjalanan kopi di masa depan.
“Film ini dibuat untuk melihat lebih dekat relasi antara manusia dan alam merawat keberlanjutan generasi yang akan datang. Tak hanya itu, film ini dibuat agar masyarakat tahu tentang gambaran dan pembelajaran lengkap kopi Jawa ini,” ungkap Budi.
Sebelumnya saat membuka Kopi Craft Indonesia, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, subsektor kopi dan film dapat diinovasikan sebagai suatu promosi yang menghibur. Sehingga hal tersebut bisa menjadikan kopi nation branding yang kuat.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
“Kopi dan film ini bisa menjadi inovasi sebagai promosi. Adanya event Kopi Craft Indoensia sendiri pun selain meningkatkan pendapatan para pelaku subsektor kuliner khususnya penjual kopi, juga menambah awareness masyarakat tentang kenakeragaman kopi Indonesia,” ujar Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan bahwa kopi menjadi produk yang sangat diunggulkan karena Indonesia dikenal sebagai episentrum kopi di dunia.
“Saya berharap industri kopi akan menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja, penggerak ekonomi Indonesia termasuk ekspor, dan akan menjadi nation branding Indonesia yang kuat,” tutupnya. (and)
Baca juga:
7 Film Indonesia Terbaru akan Ditayangkan di Disney+ Hotstar
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
Dokumenter The Lake, Leonardo DiCaprio Angkat Ancaman Racun Great Salt Lake Utah
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
‘KPop Demon Hunters’ Sukses Dapat Sorotan di Golden Globe, Ahn Hyo-seop Kecipratan Ngetop di AS
Sukses Besar di Awal Tahun, Film Korea 'Once We Were Us' Kuasai Box Office
‘KPop Demon Hunters’ Menang 2 Golden Globes, Buka Peluang Besar untuk Berlaga di Oscar
Timothee Chalamet Kalahkan Leonardo DiCaprio di Golden Globes 2026, Bekal Positif ke Academy Awards