Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon-hee Ditahan, Pertama dalam Sejarah Pasangan Mantan Presiden Dipenjara

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Agustus 2025
 Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon-hee Ditahan, Pertama dalam Sejarah Pasangan Mantan Presiden Dipenjara

Kim Keon-hee.(foto: Instagram @thekoreaherald)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PENGADILAN Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kim Keon-hee, istri mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, Rabu (13/8). Penangkapan dilakukan atas tuduhan manipulasi harga saham dan dakwaan lainnya. Keputusan pengadilan ini tercatat sebagai kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni mantan presiden dan ibu negara yang sama-sama dipenjara pada saat bersamaan. Suk-yeol tengah ditahan sebelum persidangan atas tuduhan makar. Keon-hee juga menjadi mantan ibu negara pertama yang ditangkap.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah tersebut dengan alasan adanya risiko perusakan barang bukti, menyoroti pernyataan Keon-hee yang tidak konsisten selama pemeriksaan serta kekhawatiran bahwa ia mungkin akan menyamakan keterangan dengan mantan ajudan dan tersangka lainnya.

Keon-hee, yang menunggu keputusan pengadilan di Pusat Penahanan Seoul Nambu, langsung menjalani prosedur penahanan setelah surat perintah diterbitkan. Ia menghadapi tuduhan terlibat dalam pengaturan harga saham, campur tangan dalam proses penunjukan kandidat untuk pemilihan sela pada 2022, dan menerima suap sebagai imbalan atas bantuan bisnis kepada sejumlah perusahaan serta Gereja Unifikasi.

Saat sidang pada Selasa (5/8), penampilan Keon-hee sangat kontras dengan enam hari sebelumnya, ketika ia mengatakan kepada wartawan di luar kantor penasihat khusus bahwa ia hanyalah orang biasa. Kali ini, ia memilih bungkam sejak keluar dari van hitam pada pukul 09.26, hingga memasuki gedung pengadilan. Ia mengabaikan pertanyaan pers, termasuk permintaan penjelasan terkait dengan ucapannya sebelumnya.

Selama sidang, tim penasihat khusus yang menyelidiki kasusnya mendesak agar ia ditahan dengan alasan risiko tinggi perusakan barang bukti. Namun, pengacaranya membantah semua tuduhan dan menyatakan Keon-hee tidak berisiko melarikan diri serta dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Baca juga:

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon-hee Hadiri Pemeriksaan Kejaksaan, Tersangkut Kasus Korupsi



Keon-hee menghadapi tiga tuduhan utama, yakni pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal karena diduga terlibat dalam manipulasi harga saham Deutsche Motors, pelanggaran Undang-Undang Dana Politik karena diduga ikut campur dalam penunjukan kandidat Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) pada pemilihan sela 2022 atas permintaan broker politik Myung Tae-gyun, dan pelanggaran Undang-Undang Hukuman yang Diperberat untuk Kejahatan Tertentu karena diduga menerima suap dari sejumlah pihak, termasuk seorang dukun bernama ‘Geonjin’ dan perantara yang terhubung dengan Gereja Unifikasi.

Dengan dikeluarkannya surat perintah tersebut, jaksa diperkirakan akan memperluas penyelidikan mencakup tuduhan lain.

Sementara itu, tim penasihat khusus pada Selasa mengumumkan bahwa pejabat Seohee Construction menyerahkan pernyataan tertulis yang mengakui perusahaan itu memberikan kalung Van Cleef & Arpels kepada Keon-hee tak lama setelah suaminya dilantik pada Mei 2022. Keon-hee kemudian mengenakan kalung tersebut saat mendampingi suaminya dalam kunjungan ke KTT NATO pada Juni tahun itu.

Menurut penyelidik, pihak Seohee mengaku mengambil kembali kalung itu dari Keon-hee beberapa tahun kemudian dan menyimpannya hingga baru-baru ini, sebelum menyerahkannya kepada penyidik. Sebelumnya, penyidik menemukan versi palsu dari kalung yang sama di rumah ibu mertua kakak Keon-hee. Pihak Keon-hee mengklaim ia membelinya di Hong Kong pada 2010, tapi tim menemukan bahwa desain Van Cleef & Arpels tersebut baru dirilis pada 2015.

Penasihat khusus meyakini kalung yang dikenakan Keon-hee dalam perjalanan ke KTT NATO ialah asli dan berasal dari Seohee. Namun, Keon-hee tetap berkeras dalam pemeriksaan bahwa kalung yang ia kenakan tiruan.(dwi)

Baca juga:

Jaksa Penuntut Khusus Ajukan Surat Perintah Penangkapan untuk Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon-hee

#Korea Selatan #Kim Keon Hee #Yoon Suk Yeol
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Para jaksa khusus menggambarkan deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Para jaksa khusus menyebut deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Indonesia
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Pemerintah Korea Selatan menilai tindakan Sugianto sebagai bentuk kemanusiaan luar biasa yang dilakukan tanpa pamrih, meski dengan risiko besar terhadap keselamatan diri.
Frengky Aruan - Minggu, 04 Januari 2026
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
ShowBiz
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Film pendek Natal Shin Wooseok’s Urban Fairy Tale: The Christmas Song Part 1 resmi dirilis. Dibintangi Karina aespa, Jang Wonyoung, hingga Byeon Woo Seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Fashion
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
JF3 Fashion Festival mewujudkan visi Recrafted: A New Vision demi mengangkat kreativitas dan keahlian tangan Indonesia ke tingkat global melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Indonesia
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Menyebut Korea bangsa yang tangguh.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Indonesia
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Hal ini disampaikan saat meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara di Cilegon
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Indonesia
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Dunia
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Pemimpin APEC akan membahas upaya menjadikan kawasan Asia-Pasifik lebih terbuka, dinamis, dan tangguh dalam diskusi itu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Oktober 2025
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Bagikan