Malaysia Siapkan Dana Rp 1,6 T Cari Bangkai Pesawat MH370, Dibayar Kalau Ketemu
Misteri yang membungkus MH370 menjadi menarik untuk dijadikan film dokumenter. (Unsplash/Nicholas Santoianni)
MerahPutih.com - Pemerintah Malaysia memutuskan akan kembali untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak 11 tahun lalu.
Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014 saat terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, ke Beijing, China. Maskapai asal Malaysia itu membawa 239 penumpang di dalamnya saat tragedi itu berlangsung.
Keputusan melanjutkan pencarian ini diambil Pemerintah Malaysia setelah membuat kesepakatan dengan Ocean Infinity asal Inggris.
Baca juga:
Perusahaan robotika kelautan asal Inggris itu sebelumnya mengungkapkan mendeteksi sebuah sinyal yang kemungkinan menunjukkan titik akhir pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia lebih dari satu dasawarsa lalu.
"Ini membuka jalan bagi Ocean Infinity untuk melanjutkan operasi pencarian dasar laut guna menemukan bangkai pesawat MH370 di area baru yang diperkirakan seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan," kata Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke, dalam pernyataan dikutip Antara, Jumat (21/3).
Menurut dia, Pemerintah Malaysia hanya akan membayar Ocean Infinity jika bangkai pesawat berhasil ditemukan, dengan biaya keberhasilan sebesar 70 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,16 triliun, atau mengikuti prinsip "tidak ketemu, tidak bayar".
Baca juga:
PM Malaysia Membenarkan Puing Pesawat di Pulau Reunion Milik MH370
Loke menambahkan keputusan Pemerintah Malaysia untuk melanjutkan proses pencarian bangkai pesawat itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga korban. "Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan memberikan kepastian bagi keluarga penumpang MH370," tandas Menteri Malaysia itu.
Sebelumnya, Ocean Infinity melakukan pencarian MH370 di dasar laut Samudra Hindia bagian selatan seluas lebih dari 112.000 kilometer persegi pada Januari 2018 lalu. Namun, perusahaan Inggris itu terpaksa harus mengakhiri misinya pada 29 Mei 2018. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
“Question”, Single Emosional DOLLA tentang Pengkhianatan dan Kejujuran Hati, Simak Liriknya
TKI 20 Tahun Disiksa di Malaysia, Pemerintah Jateng Ingin Segera Pulangkan ke Keluarga
7 Negara Bagian Terendam, WNI Korban Banjir Malaysia Diminta Lapor KBRI
Rangking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Stagnan di 122, Kian Tertinggal dari Thailand-Vietnam-Malaysia
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
Durian Diajukan Jadi Buah Nasional Malaysia, Tiap 7 Juli Hari Durian Nasional