Malaysia Buka kembali Pencarian Penerbangan Malaysia Airlines MH370
Pemerintah Malaysia melanjutkan kembali pencarian MH370. (Unsplash/Nicholas Santoianni)
MERAHPUTIH.COM - SATU dekade setelah dinyatakan hilang, penerbangan Malaysia Airlines MH370 masih menjadi misteri. Kini, pemerintah Malaysia menyetujui melanjutkan kembali pencarian puing-puing pesawat MH370.
MH370 merupakan penerbangan menggunakan sebuah pesawat Boeing 777 yang membawa 227 penumpang dan 12 kru. Penerbangan ini lenyap dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan proposal untuk mencari area baru di Samudra Hindia bagian selatan datang dari perusahaan eksplorasi Ocean Infinity, yang juga telah melakukan pencarian terakhir untuk pesawat tersebut yang berakhir pada 2018.
Perusahaan tersebut akan menerima USD 70 juta (sekira Rp 1,1 triliun) jika puing-puing yang ditemukan substantif. "Tanggung jawab dan kewajiban serta komitmen kami ialah kepada keluarga terdekat. Kami berharap kali ini akan positif, bahwa puing-puing pesawat akan ditemukan dan memberikan kepastian kepada keluarga,” kata Loke dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CNN.
Baca juga:
Para penyelidik Malaysia sejak awal tidak mengesampingkan kemungkinan pesawat tersebut sengaja dibuang ke luar jalur. Puing-puing, beberapa dikonfirmasi dan beberapa diyakini berasal dari pesawat, telah ditemukan terdampar di sepanjang pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia.
Lebih dari 150 penumpang asal Tiongkok berada dalam penerbangan tersebut. Para kerabat mereka menuntut kompensasi dari Malaysia Airlines, Boeing, produsen mesin pesawat Rolls-Royce, dan grup asuransi Allianz.
Malaysia melibatkan Ocean Infinity pada 2018 untuk melakukan pencarian di Samudra Hindia bagian selatan, menawarkan untuk membayar hingga USD 70 juta jika mereka menemukan pesawat tersebut. Namun, upaya pencarian itu gagal dalam dua kali percobaan.
Upaya oleh Ocean Infinity itu dilakukan setelah pencarian bawah laut oleh Malaysia, Australia, dan China di area seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan, berdasarkan data koneksi otomatis antara satelit Inmarsat dan pesawat.(dwi)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
“Question”, Single Emosional DOLLA tentang Pengkhianatan dan Kejujuran Hati, Simak Liriknya
TKI 20 Tahun Disiksa di Malaysia, Pemerintah Jateng Ingin Segera Pulangkan ke Keluarga
7 Negara Bagian Terendam, WNI Korban Banjir Malaysia Diminta Lapor KBRI
Rangking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Stagnan di 122, Kian Tertinggal dari Thailand-Vietnam-Malaysia