Mahathir Mohamad Ingatkan Kemungkinan Sanksi Dagang terhadap Malaysia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 22 Oktober 2019
Mahathir Mohamad Ingatkan Kemungkinan Sanksi Dagang terhadap Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad saat menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)  

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya, yang bergantung pada ekspor, dapat terkena sanksi perdagangan di tengah peningkatan proteksionisme yang terlihat dalam perang tarif AS-Tiongkok.

Mahathir tidak menyebut sumber dari kemungkinan sanksi terhadap negara Asia Tenggara itu, namun dia mengaku kecewa karena para pendukung perdagangan bebas kini terlibat dalam praktik perdagangan terbatas dalam "skala besar".

Baca Juga:

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Hadiri Pelantikan Jokowi

"Sayangnya, kami terjebak di tengah-tengah," katanya dalam sebuah konferensi di Kuala Lumpur, saat berbicara soal perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Demikian Reuters seperti dikutip Antara.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad berjalan bersama ke arah Masjid Putra Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8/2019) untuk melakukan shalat Jumat bersama. Sebelumnya kedua pemimpin melakukan pertemuan bilateral terbatas di Kantor Perdana Menteri Putrajaya. ANTARAFOTO/Agus Setiawan/foc.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad berjalan bersama ke arah Masjid Putra Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8/2019) untuk melakukan shalat Jumat bersama. Sebelumnya kedua pemimpin melakukan pertemuan bilateral terbatas di Kantor Perdana Menteri Putrajaya. ANTARAFOTO/Agus Setiawan/foc.


"Dalam bidang ekonomi, kita terhubung dengan kedua negara dan secara fisik, kita juga terjebak di tengah-tengah karena alasan geografis. Bahkan ada yang mengatakan kita sendiri akan menjadi sasaran sanksi."

Amerika Serikat dan Tiongkok adalah dua dari tiga tujuan ekspor terbesar bagi Malaysia dalam periode Januari-Agustus tahun ini sementara Singapura berada di posisi teratas.

Untuk mengurangi dampak dari benturan antara kedua negara adidaya tersebut, Mahathir mengatakan Malaysia lebih banyak berkolaborasi dengan negara-negara tetangga di kawasan.

Baca Juga:

Malaysia Akan Laporkan Kerusuhan GBK ke FIFA

Dia juga mengeluhkan perundungan yang dilakukan oleh negara-negara kuat. Ia mengacu pernyataannya itu pada tindakan yang dilakukan oleh negara-negara Eropa terhadap andalan pertanian Malaysia, yakni kelapa sawit.

Minyak kelapa sawit Malaysia berkontribusi sebesar 2,8 persen untuk produk domestik bruto (PDB) Malaysia tahun lalu, dan 4,5 persen dari total ekspor.

  Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan pidato pada sidang ke-74 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di New York City, New York, Amerika Serikat, 27/9/2019. (ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz/File Photo/tm)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan pidato pada sidang ke-74 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di New York City, New York, Amerika Serikat, 27/9/2019. (ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz/File Photo/tm)


"Setelah menebangi sebagian besar hutan mereka dan menolak untuk mengurangi emisi berbahaya mereka, mereka sekarang mencoba memiskinkan orang miskin dengan mencegah mereka menebang hutan untuk ruang hidup dan mencari nafkah," ungkap Mahathir.

Pada awal 2019, Uni Eropa memutuskan untuk menghapuskan minyak kelapa sawit dari bahan bakar terbarukan pada 2030 karena kekhawatiran terkait penggundulan hutan.

Ada juga kekhawatiran bahwa India, sebagai salah satu pembeli minyak kelapa sawit terbesar di Malaysia, akan membatasi impor produk tersebut karena pertikaian diplomatik atas komentar yang dibuat oleh Mahathir mengenai tindakan yang diambil New Delhi baru-baru ini di wilayah Kashmir yang disengketakan di Asia Selatan. (*)

Baca Juga:

Kesal Dituding Kirim Asap ke Kuala Lumpur, Pemerintah Surati Malaysia

#Malaysia #Mahathir Mohamad
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Penggunaan Grok untuk memproduksi konten seksual eksplisit merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan daring.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Indonesia
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Hal yang dilakukan wisatawan Malaysia itu wajar mengingat Whoosh merupakan kereta cepat pertama dan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Indonesia
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan bantuan itu sebagai tanda kepedulian dan persahabatan antara dua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia
Indonesia
150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
KBRI Kuala Lumpur masih terus memberikan perlindungan hukum bagi ratusan WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Desember 2025
 150 WNI Terancam Hukum Mati di Malaysia, Terlibat Narkoba Hingga Pembunuhan
Lifestyle
“Question”, Single Emosional DOLLA tentang Pengkhianatan dan Kejujuran Hati, Simak Liriknya
“Memang ini lagu tentang menghadapi pasangan yang selingkuh, tapi lebih dari itu, ‘Question’ adalah tentang menghadapi perasaanmu sendiri."
Frengky Aruan - Senin, 01 Desember 2025
“Question”, Single Emosional DOLLA tentang Pengkhianatan dan Kejujuran Hati, Simak Liriknya
Indonesia
TKI 20 Tahun Disiksa di Malaysia, Pemerintah Jateng Ingin Segera Pulangkan ke Keluarga
Dubes Indonesia untuk Malaysia, Indra Hermono, mengatakan, saat ini Seni masih dalam pemeriksaan Kepolisian Diraja Malaysia. Proses hukum penyidikannya masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 November 2025
TKI 20 Tahun Disiksa di Malaysia, Pemerintah Jateng Ingin Segera Pulangkan ke Keluarga
Indonesia
7 Negara Bagian Terendam, WNI Korban Banjir Malaysia Diminta Lapor KBRI
Tujuh negara bagian Malaysia terendam. Hingga Senin ini, hampir 11.000 orang terdampak, dengan Kelantan menjadi wilayah yang paling parah.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
7 Negara Bagian Terendam, WNI Korban Banjir Malaysia Diminta Lapor KBRI
Olahraga
Rangking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Stagnan di 122, Kian Tertinggal dari Thailand-Vietnam-Malaysia
Malaysia mencatat perkembangan paling signifikan dengan naik 2 peringkat ke 116 Rangking FIFA terbaru
Wisnu Cipto - Kamis, 20 November 2025
Rangking FIFA Terbaru Timnas Indonesia Stagnan di 122, Kian Tertinggal dari Thailand-Vietnam-Malaysia
Dunia
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
DMA beralasan 7 Juli dipilih sebagai Hari Durian Nasional karena bertepatan dengan puncak musim panen durian di Malaysia.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
Dunia
Durian Diajukan Jadi Buah Nasional Malaysia, Tiap 7 Juli Hari Durian Nasional
DMA juga mengusulkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional di Malaysia.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Durian Diajukan Jadi Buah Nasional Malaysia, Tiap 7 Juli Hari Durian Nasional
Bagikan