Mahasiswa UGM Demo Tolak Revisi RUU KPK
Para alumni lintas perguruan tinggi yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi (GAK) bersama mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi di halaman Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/10). ANTARA
MerahPutih Peristiwa - Puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan demo tolak revisi RUU KPK di Bundaran UGM, Bulak Sumur, Sleman, Yogyakarta, Jumat (9/10). Mereka menegaskan bahwa revisi tersebut merupakan bentuk pelemahan KPK, sehingga akan menciptakan ruang korupsi semakin besar di Tanah Air.
Koordinator lapangan, Aldo, mengatakan upaya pelemahan tersebut terlihat dari pasal yang telah ramai diperbincangkan publik. Menurut mahasiswa Hukum UGM ini, masa 12 tahun untuk KPK memberantas korupsi tidaklah cukup. Menurutnya, korupsi di Tanah Air telah mengakar.
"Itu pasal 5. Mana mungkin selama 12 tahun korupsi bisa hilang," paparnya.
Yaruska juga menjelaskan, wewenang SP3 yang diberikan kepada KPK juga justru menjadi deal politik bagi politisi. SP3 malah membuat KPK bekerja secara profesional.
"Kami menentang rencana revisi itu. Mustahil kalau revisi jadi jaminan Indonesia bakal bersih dari korupsi," imbuhya. (fre)
BACA JUGA:
Bagikan
Adinda Nurrizki
Berita Terkait
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara
Picu Perdebatan Publik, Menkum Akui Pasal Penghinaan, Perzinaan, dan Demonstran Jadi Isu Utama KUHP