Macet, Banjir, Kemiskinan Masih Jadi Masalah Utama di Kota Bandung

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Desember 2022
Macet, Banjir, Kemiskinan Masih Jadi Masalah Utama di Kota Bandung

Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Foto: Pemkot Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembangunan Kota Bandung dalam beberapa tahun mendatang masih akan fokus pada infrstruktur. Sebab, Bandng masih menghadapi macet, banjir, kemiskinan, pemulihan dampak pandemi.

"Kalau semangat saya ingin infrastruktur. Mudah-mudahan hasil 'kick off' ini melahirkan banyak gagasan untuk menyusun rancangan pembanguann daerah ke depan," tutur Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Baca Juga:

Simak Aturan Perayaan Nataru 2022-2023 di Kota Bandung

Yana menerangkan, ini merupakan momentum penting untuk menyusun regulasi lima tahunan.

"Momentum ini penting karena akan menjadi kebijakan juga kewajiban untuk pembangunan Kota Bandung ke depan," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna berharap, Kick Off RKPD Tahun 2024 mampu mengidentifikasi isu-isu strategis di Kota Bandung. Selain itu, dapat menganalisa permasalahan pembangunan yang searah dengan strategi pembangunan nasional.

"Bandung masih berkaitan dengan permasalahan seperti macet, banjir, kemiskinan, pemulihan dampak pandemi. Belum lagi isu terkait krisis global," katanya.

Ia meningatkan, perlu komitmen agar tujuan besar organisasi pemerintah menjadi tujuan bersama untuk menghadirkan perencanaan yang lebih baik demi Bandung yang lebih unggul.

Ema kemudian menyoroti potensi anggaran yang dapat dimaksimalkan guna mencapai tujuan dari RKPD Tahun 2024.

"Kita ingin sinergi semua Organisasi Perangkat Daerah di Kota Bandung. Jadi ke depan kebijakan tersebut dilahirkan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan," tutur Ema.

Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Kemendagri, Bob Ronald F. Sagala mengapresiasi laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung semakin membaik.

"Salah satu yang menjadi perhatian kami terkait IPM (Indeks Pembangunan Manusia), kemiskinan, pertumbuhan ekonomi. Kami memberi apresiasi Kota Bandung karena lebih baik dibandingkan nasional," ujarnya.

Dalam RPD Kota Bandung Tahun 2024 nantinya, dibahas rencana pembangunan tahun 2024-2026. Harapannya Pemkot Bandung bisa memperoleh gambaran dan strategi arah kebijakan pembangunan Kota Bandung sesuai arah kebijakan pembangunan nasional.

RPD merupakan dokumen perencanaan lima tahunan yang hampir sama dengan RPJMD, namun tidak dimasukkan dalam visi misi kepala daerah. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kota Bandung Kekurangan Ribuan Tenaga Kesehatan

#Macet #Banjir
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terimbas dari kebijakan itu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Indonesia
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
BMKG memperingatkan banjir rob mengancam pesisir utara Jakarta hingga 21 Mei 2026. Berikut wilayah yang terdampak.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta hingga 21 Mei 2026
Indonesia
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Selain korban jiwa, tercatat empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami rusak ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Banjir Bandang Landa Musi Rawas Utara Sumsel, 16 Ribu Rumah Terendam
Indonesia
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Karena anggaran yang besar tidak tecermin dalam upaya pencegahan dan penanggulangan banjir di DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Ratusan RT Terendam Air, Anggota DPRD DKI Kecewa Gubernur Pramono belum Serius Atasi Banjir
Indonesia
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Banjir yang melanda Jakarta sejak Senin (4/5) malam belum sepenuhnya surut hingga Selasa (5/5) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Indonesia
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa membuat banyak pengendara motor nekat berakhir dengan mesin mati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Indonesia
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Banjir di Jakarta mulai surut pada Selasa (5/5) siang. Kini, hanya 80 RT yang masih terendam dan tiga ruas jalan tergenang.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Bagikan