Luis Felipe Monti, Pesepakbola yang Berlaga di 2 Final Piala Dunia dengan Negara Berbeda

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 04 Mei 2018
Luis Felipe Monti, Pesepakbola yang Berlaga di 2 Final Piala Dunia dengan Negara Berbeda

Luis Felipe Monti. (Thesefootballtimes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sepakbola selalu menghadirkan sebuah cerita unik baik dari dalam maupun luar lapangan. Salah satunya adalah kisah pesepakbola bernama Luis Felipe Monti. Mungkin, namanya masih asing di telinga Anda. Ya, karena dia merupakan pemain yang berjaya di era-1920an.

Monti merupakan sosok yang terbilang unik di kancah sepakbola dunia. Ia membela Argentina pada final Piala Dunia pertama tahun 1930 dan kemudian mencapai final bersama Italia empat tahun berselang.

Luis Felipe Monti di Buenos Aires, Argentina, pada 15 Mei 1901. Ia memulai karier profesionalnya bersama klub lokal, Huracan. Setahun kemudian, dia pindah ke Boca Junior. Ketika itu, tak banyak yang mengira jika pemain yang baru berusia 20 tahun tersebut akan menjadi pemain bintang di masa depan.

Luis Monti dikenal sebagai gelandang yang serba bisa. Dia mampu menjadi gelandang serang ataupun bermain sedikit ke belakang. Dengan fisiknya yang baik dan kejelian dalam membaca permainan Monti menjadi langganan masuk starting line-up.

Luis Felipe Monti. Foto: ist

Selain menjadi pesepak bola, Monti juga berkerja di pemerintahan. Namun, dengan gaji hanya 200 US dollar per bulan, kehidupan Monti jauh dari kata mewah.

Bakat Monti akhirnya terdengar ke telinga pelatih tim nasional Argentina, Angel Vazquez. Sang pelatih memutuskan untuk memanggil Monti untuk memperkuat La Albiceleste pada tahun 1924. Empat tahun berselang, Monti menjadi kunci keberhasilan Argentina meraih medali perak di Olimpiade.

Pada putaran final Piala Dunia pertama yang berlangsung di Uruguay, Monti dianggap sebagai satu di antara pemain tengah terbaik asal Amerika Selatan dan komponen penting di timnas Argentina. Monti menjadi bintang pada pertandingan pertama dengan mencetak gol semata wayang kemenangan Argentina atas Prancis.

Setelah itu, laju Argentina tak terhentikan dengan melibas Meksiko 6-3 dan Chile 3-1. Adapun pada laga final La Albiceleste bertemu Uruguay. Pada saat itu, Uruguay menjadi raksasa di dunia sepak bola dengan merengkuh medali emas Olimpiade 1924 dan 1928.

Menjelang final, ada desas-desus bahwa Monti mengalami cedera pada saat bertanding pada fase grup dan kian memburuk ketika melawan Amerika Serikat di semifinal. Namun, setelah berbagai pertimbangan, Monti tetap bermain pada laga final.

Pertandingan berlangsung pada 30 Juli 1930 di Estadio Centenario, Montevideo, dan dilihat lebih dari 68.000 penonton, dengan sebagian besar di antaranya bermimpi tuan rumah mencatatkan sejarah dengan menjuarai Piala Dunia pertama.

Pertandingan berlangsung menarik. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun, mimpi Monti untuk membawa negaranya mencatatkan sejarah harus pupus setelah pertandingan berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Uruguay.

#Timnas Italia #Timnas Argentina #Piala Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Olahraga
IFAB: VAR Disalahgunakan Saat Laga Argentina VS Swiss, Kartu Merah Breel Embolo Ilegal
IFAB mengumumkan VAR disalahgunakan saat laga Argentina vs Swiss di Piala Dunia 2026. Kartu merah Breel Embolo dinyatakan salah, menambah kontroversi teknologi VAR.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
IFAB: VAR Disalahgunakan Saat Laga Argentina VS Swiss, Kartu Merah Breel Embolo Ilegal
Bagikan