Lontong Isi dan Lemper, Menu Berbuka yang Menyehatkan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 17 Maret 2024
Lontong Isi dan Lemper, Menu Berbuka yang Menyehatkan

Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Unsplash/Sami Abdullah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menyiapkan menu berbuka puasa tidak perlu pusing-pusing. Lontong isi dan lemper nan mudah ditemukan saat ramadan merupakan salah satu pilihan yang baik untuk dikonsumsi saat berbuka.

Menurut Alodokter, kedua makanan ini tidak hanya lezat dan menggugah selera makan, tetapi juga menyehatkan. Terdapat kandungan nutrisi nan dibutuhkan tubuh pada lontong isi dan lemper.

Baca juga:

MR.DIY dan Sisca Soewitomo Bagikan Ide Menu Sahur dan Berbuka Puasa

Terdapat isian sayur, oncom, atau daging pada lontong isi. Kombinasi isian tersebut sudah melengkapi kebutuhan serat, protein, dan karbohidrat. Bahkan, sayuran pada lontong isi juga mengandung vitamin dan mineral.

Seluruh kandungan pada lontong isi tersebut dapat memberikan energi saat berpuasa. Kondisi tetap prima, menjalankan ibadah puasa pun jadi lancar jaya.

Sementara lemper, terbuat dari ketan yang juga merupakan sumber energi pada tubuh. Isiannya seperti suwiran ayam atau abon daging merupakan sumper protein nan dibutuhkan oleh tubuh.

Baca juga:

MRT Izinkan Warga Buka Puasa di Dalam Kereta, Tapi Hanya Air Putih dan Kurma

Sebelum mengonsumsi kedua makanan ini, kamu bisa membatalkan puasa terlebih dulu dengan menyantap kurma. Kandungan karbohidrat, protein, serat, serta aneka vitamin terdapat pada buah kurma.

Kurma juga dapat mencegah sembelit, sehingga kesehatan sistem pencernaan kamu tetap terjaga selama Ramadan. Selain itu, nutrisi pada kurma dapat mengembalikan energi tubuh setelah seharian menahan lapar dan haus. (ikh)

Baca juga:

Bertambah, Masjid Istiqlal Sediakan 6 Ribu Boks Takjil untuk Buka Puasa Tiap Akhir Pekan

#Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - 1 jam, 41 menit lalu
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan