Merahputih.com - Bayangkan berdiri satu ruangan bersama deretan sosok paling berpengaruh di planet ini, namun lidah terasa kelu hanya karena sebuah batasan bahasa.
Itulah realita pahit sang megabintang lapangan hijau, Lionel Messi. Di balik tumpukan trofi Ballon d'Or dan kejayaan Piala Dunia, terselip sebuah ruang sunyi dalam diri sang kapten Inter Miami ini.
Ia kerap terpaksa menjadi penonton diam dalam obrolan hangat tokoh-tokoh hebat dunia akibat abai pada pelajaran bahasa Inggris di masa lalu.
Baca juga:
Norwich City Lepas Aset Berharga ke Barcelona, Bakal Jadi Lionel Messi Jilid Dua?
Penyesalan Sang Ikon Dunia
Ketidakmampuan berkomunikasi secara global kini menjadi ganjalan batin bagi pria asal Argentina tersebut. Messi secara terbuka mengakui kesalahan masa kecilnya karena tidak memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari bahasa internasional tersebut secara serius.
Penyesalan ini muncul ke permukaan saat ia mulai sering bersosialisasi di luar lingkungan penutur bahasa Spanyol.
“Saya tidak belajar bahasa Inggris saat masih kecil. Saya punya waktu untuk belajar, tapi saya tidak melakukannya, dan saya sangat menyesalinya,” ungkap Messi sebagaimana diungkap pakar transfer Fabrizio Romano.
Baca juga:
Casemiro Masuk Radar Inter Miami, Berpeluang Main Bareng Lionel Messi
Mati Kutu di Depan Tokoh Hebat
Rasa minder rupanya menghinggapi sang legenda saat harus berhadapan dengan figur-figur inspiratif berskala global. Tanpa kemampuan bahasa Inggris mumpuni, interaksi berkualitas menjadi mustahil tercipta.
Ia merasa kehilangan banyak kesempatan emas untuk bertukar pikiran secara mendalam dengan kepribadian luar biasa dari berbagai belahan dunia lainnya.
“Kemudian saya menemukan diri saya dalam situasi di mana saya berada bersama orang-orang yang luar biasa dan menakjubkan, dan saya sebenarnya bisa berbicara dengan mereka, tetapi malah merasa seperti orang yang tidak tahu apa-apa," tambah Messi.