Lindungi Generasi Muda, BNNP Bentuk Tim Pengawas Peredaran PCC

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Sabtu, 16 September 2017
Lindungi Generasi Muda, BNNP Bentuk Tim Pengawas Peredaran PCC

Ilustrasi. (ANTARA/Wahdi Septiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara membentuk tim pengawasan untuk mengantisipasi peredaran obat Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC), menyusul adanya korban yang dialami anak-anak SD di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Tim yang dibentuk ini untuk melacak adanya peredaran PCC di Maluku Utara," kata Kepala BNNP setempat, Brigjen Pol. Richard Nainggolan di Ternate, Sabtu (16/9).

Dia mengaku, meskipun belum ditemukan peredaran obat PCC di Maluku Utara. Namun, dengan adanya informasi tersbut, maka BNNP memandang perlu membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan pengawasan di lapangan.

"Kami setelah mendengar informasi tersebut, maka membentuk tim untuk menyikapi peredaran pil PCC di Maluku Utara," ujar Richard.

Langkah antisipasi ini agar peredaran obat itu tidak dipasok, selanjutnya mengakibatkan korban, terutama para generasi muda maluku Utara sehingga dilakukan kordinasi dengan sejumlah instansi teknis seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami juga koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan Polda Maluku Utara karena kasus ini juga telah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya, sebab karisoprodol digolongkan sebagai obat keras," tandas Richard.

Apalagi, dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya. Seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin peredarannya sejak 2013.

Sebab itu, peredaran PCC harus diantisipasi, sehingga warga Maluku Utara tidak terkontaminasi dengan narkotika.

Dia menjelaskan, BNNP Maluku Utara telah melakukan berbagai terobosan dengan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) masuk dalam kurikulum sekolah guna mengantisipasi peredaran narkoba.

"Maluku Utara merupakan daerah kepulauan yang rawan narkoba, sehingga dasar dimasukkannya Kurikulum P4GN di sekolah guna memperkenalkannya sejak dini kepada siswa sehingga mereka mengetahui bahaya bila mengonsumsinya," tandas Richard.(*)

Sumber: ANTARA

#PCC #PCC Kendari #Ternate #Bnn # Badan Narkotika Nasional (BNN)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Sosok Bos Gendut, Bandar Narkoba Lintas Provinsi yang Ditangkap BNN dari Kampung Bahari
Polisi masih memburu pelaku lain dalam jaringan Bos Gendut.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Sosok Bos Gendut, Bandar Narkoba Lintas Provinsi yang Ditangkap BNN dari Kampung Bahari
Indonesia
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
BNN menangkap MR alias 'Bos Gendut', buronan kasus kepemilikan 98 kg sabu. MR ditangkap di salon Mangga Besar setelah dibuntuti dari Kampung Bahari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Indonesia
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
BNN menangkap bandar narkoba MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Dari pengembangan TPPU, disita uang Rp 1,277 miliar dan aset Rp 39,950 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
Indonesia
Setelah Bengkulu Subuh Tadi, Ternate Diguncang Gempa M 5,8. Pemicu dan Karakternya Mirip!
Gempa tektonik magnitudo 5,8 mengguncang Ternate, Maluku Utara, Jumat pagi. BMKG sebut akibat subduksi lempeng, warga panik berhamburan, tidak ada gempa susulan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Setelah Bengkulu Subuh Tadi, Ternate Diguncang Gempa M 5,8. Pemicu dan Karakternya Mirip!
Indonesia
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika transnasional.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Legislator Gerindra Minta Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Berita Foto
Raker Komisi III DPR Bahas Arah Kebijakan dan Program KPK-BNN dalam RKP 2027
Ketua KPK Setyo Budiyanto (kanan) dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Raker Komisi III DPR Bahas Arah Kebijakan dan Program KPK-BNN dalam RKP 2027
Indonesia
Positif Tes Narkoba di Bandara Soetta, 10 WNI Pulang dari Thailand Wajib Ikut Rehab di BNN
BNN RI menindak 10 WNI positif narkoba usai tiba dari Bangkok. Mereka dikategorikan sebagai penyalah guna ringan dan diwajibkan rehabilitasi serta wajib lapor.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Positif Tes Narkoba di Bandara Soetta, 10 WNI Pulang dari Thailand Wajib Ikut Rehab di BNN
Indonesia
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
BNN menangkap dua turis Rusia di Bali terkait penyelundupan hashish seberat 7,8 kilogram dari Thailand. Terungkap melalui operasi controlled delivery bersama Bea Cukai.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
BNN Tangkap 2 Turis Rusia di Bali, Selundupkan 7,8 Kilogram Hashish dari Thailand
Bagikan