Keluarga Hanya Tahu Dewi Astutik Kerja PRT di Luar Negeri, Jarang Kirim Uang
Foto tangkap layar diduga gembong narkoba jaringan internasional Dewi Astutik sesaat setelah ditangkap aparat kepolisian Kamboja di Kamboja. (Antara/HO - Dok Foto BNN)
MerahPutih.com - Gembong narkoba diduga jaringan internasional Dewi Astutik alias Paryatin ditangkap otoritas polisi di Kamboja dan langsung dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh aparat terkait. Dewi memakai identitas milik adiknya untuk aktivitasnya di luar negeri.
Penangkapan ini sekaligus melanjutkan rangkaian pengungkapan kasus narkoba internasional yang sebelumnya diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dewi Astutik diduga terlibat dalam penyelundupan sabu seberat 2 ton yang diungkap BNN di perairan Riau, Batam, pada 26 Mei 2025.
Keluarga Dewi Astutik atau Paryatin, gembong narkoba jaringan internasional yang ditangkap Interpol di Kamboja, mengaku terkejut dan hanya pasrah setelah mengetahui kabar penangkapan tersebut dari pemberitaan media.
Baca juga:
Satu Jaringan, Penangkapan Dewi Astutik Buka Simpul Jejak Gembong Narkoba Fredy Pratama
Suami Dewi Astutik, Sarno (51) mengatakan tidak memiliki firasat apa pun terkait dugaan keterlibatan istrinya dalam sindikat narkoba internasional.
Ia selama ini mengetahui Dewi, yang menggunakan nama asli Paryati, bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri.
"Keluarga syok, tidak mengira. Katanya baik-baik kerjanya. Begitu lihat fotonya di media, saya kaget. Saya pasrah, tapi ya gimana lagi," ujar Sarno.
Sarno menuturkan istrinya pertama kali berangkat bekerja ke luar negeri pada 2013 dan kembali ke Indonesia pada 2023.
Selama setahun di rumah, Paryatin sempat berjualan nasi bungkus sebelum kembali berangkat pada 2024 dengan alasan menemui majikan lamanya.
"Itu sempat mengasih kabar awal-awal berangkat 2024. Tanya kabar anak-anak sebulan sekali," katanya.
Ia menegaskan tidak mengetahui sama sekali jika istrinya terlibat jaringan narkoba. Selama bekerja di luar negeri, istrinya juga jarang mengirim uang ke keluarga.
"Tahunya kerja sebagai TKW, pembantu rumah tangga. Soal itu (narkoba) saya tidak tahu. Saya cuma bisa pasrah," ujarnya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Bahan Baku Lab Narkoba Apartemen Pluit Impor dari India, Bos Besarnya Masih di Luar Negeri
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset
Peredaran Narkoba untuk Malam Tahun Baru Digagalkan Polisi, Modus Baru Digunakan Pengedar
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Bareksrim Bongkar Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 Bali, Amankan Citra Indonesia di Ranah Internasional
17 Orang dari 6 Sindikat Peredaran Narkoba Ditangkap Jelang DWP 2025 di Bali, Polri Amankan 31 Kg Sabu dan Ratusan Ekstasi
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika
BNN Ungkap Peran Dewi Astutik, Bandar Narkoba Lintas Negara yang Rekrut Ratusan WNI