Headline

Liga Arab Lobi PBB untuk Akui Negara Palestina

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 07 Januari 2018
Liga Arab Lobi PBB untuk Akui Negara Palestina

Pasukan Israel menangkap Ahed Tamimi, dekat Penjara Ofer Israel dekat kota Ramallah Tepi Barat, Kamis (28/12). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyatakan negara-negara Arab akan segera melakukan langkah diplomatik membujuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya di wilayah yang direbut Israel pada perang tahun 1967.

Enam menteri luar negeri Arab bertemu di Amman pada Sabtu (6/1) untuk menindaklanjuti keputusan-keputusan yang diambil Liga Arab sebelumnya menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember tahun lalu. Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Keputusan itu membalik kebijakan AS mengenai Timur Tengah yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Sebuah komite yang beranggota Mesir, Maroko, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, pihak Palestina dan dikepalai oleh Yordania dibentuk setelah sidang darurat Liga Arab di Kairo beberapa saat setelah keputusan Trump yang menyerukan Washington agar membatalkan keputusannya.

Liga Arab menyatakan pada waktu itu langkah tersebut akan memicu kekerasan di kawasan dan melukiskan pengumuman Trump sebagai "pelanggaran hukum internasional yang berbahaya" yang tak memiliki dampak hukum.

Safadi mengatakan para menteri akan merekomendasikan serangkaian langkah untuk menyelenggarakan pertemuan para menteri Liga Arab yang dijadwalkan akhir bulan ini.

"Kami hadapi keputusan dengan mengusahakan resolusi PBB untuk mengakui sebuah negara Palestina atas dasar perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," kata Safadi.

Ia tidak menjelaskan mengenai waktu langkah-langkah diplomatik mulai dilakukan atau juga tidak mengatakan apakah ia merujuk kepada Dewan Keamanan PBB atau resolusi Majelis Umum.

Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan pertemuan tingkat menteri juga akan membahas peran Washington dalam pemeliharaan perdamaian Arab-Israel di masa depan yang negara-negara anggota menyatakan sekarang dibahayakan oleh apa yang mereka lihat bias AS terhadap Israel.

"Kami ingin mengurangi kerugian di pihak Palestina dan mengurangi apa yang diperoleh Israel," kata Abdul Gheit.

Negara-negara Arab juga akan membahas apakah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi luar biasa bagi para pemimpin mereka atau menunggu sampai KTT yang dijadwalkan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada akhir Maret.

Pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah membuat marah dunia Arab dan para sekutu Barat, yang menyatakan hal itu merupakan pukulan bagi usaha-usaha perdamaian dan berisiko memicu kekerasan lagi di kawasan. (*)

Sumber: ANTARA

#Palestina #Liga Arab #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
ShowBiz
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Hasil penjualan tiket untuk pertunjukan tur ini akan disalurkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Bagikan