Liburan

Liburan, ini 5 Langkah Jaga Imun si Kecil

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 04 Juni 2021
Liburan, ini 5 Langkah Jaga Imun si Kecil

Lakukan 5 langkah mudah menjaga si kecil tetap sehat selama liburan.(foto: Unsplash/ Vidar Nordli-Mathisen

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASA liburan sekolah sebentar lagi dimulai. Sayangnya, tahun ini kita masih ada di situasi pandemi. Akibatnya, hampir tidak mungkin untuk pergi berlibur ke destinasi yang jauh. Meski demikian, beberapa destinasi dalam kota atau staycation masih bisa jadi pilihan.

Mengambil jeda sejenak dari sekolah daring akan memberikan penyegaran bagi si kecil dan orangtua. Namun, mengingat liburan kali ini masih dalam masa pandemi, orangtua harus menerapkan cara ekstra dalam menjaga si kecil tetap sehat. Selain menaati protokol kesehatan yang berlaku, menjaga imun si kecil teramat penting. Perubahan rutinitas dan lingkungan saat berlibur rawan membuat anak jatuh sakit. Bermain di kolam renang misalnya, berpotensi membuat anak bergerak lebih aktif sehingga mudah kelelahan. Kondisi lelah bisa menurunkan daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, anak butuh perlindungan ekstra agar tubuhnya tidak mudah kelelahan

Nah, agar si kecil bebas terlindungi dari penyakit selama liburan, orangtua bisa mengikuti langkah yang disarankan Kids Health berikut.

BACA JUGA:

Kunci Liburan Menyenangkan Bersama Si Kecil

1. Cuci tangan wajib dilakukan

liburan sehat
Wajib mencuci tangan dengan benar. (foto: pixabay/gentle07)

Kuman dan bakteri bisa ada di mana saja. Terlebih saat berlibur di luar ruang, paparan akan virus dan bakteri makin besar. Selain itu, bibit penyakit sangat mudah berpindah dan menempel, terutama pada tangan.

Untuk mencegahnya masuk ke tubuh dan menyebabkan anak sakit selama liburan panjang, ajarkan dan biasakan si kecil mencuci tangannya.

Cuci tangan tidak hanya dilakukan sebelum makan, tapi setelah menggunakan toilet atau ketika tangan kotor. Ajari si kecil untuk cuci tangan dengan benar, yakni menggunakan sabun dan air yang mengalir. Biasakan hal ini sedini dan sesering mungkin di rumah agar ia juga menerapkan kebiasaan sehat ini ketika berada di luar rumah.

2. Minum cukup air

liburan sehat
Pastikan anak selalu terhidrasi. (foto: pixabay/pezibear)


Selain cuci tangan, hidrasi juga amat penting. Saat berada di luar ruang, anak kerap merasa terlampau asyik sehingga lupa minum air.

Kondisi itu bisa membuat anak haus, mudah lelah, hingga dehidrasi. Solusi terbaiknya, selalu siapkan botol air untuk dibawa anak. Orangtua baiknya selalu mengingatkan anak untuk minum saat beraktivitas di luar ruang.

3. Makan dengan baik

liburan sehat
Perhatikan makanan anak. (foto: pixabay/avitalchn)


Meski sedang berlibur, menjaga pola makan yang baik tetap penting. Justru jadi makin krusial. Makanan merupakan sumber energi yang mendukung anak untuk melakukan berbagai aktivitas.Kandungan vitamin dan mineral pada makanan juga mendukung sistem kekebalan tubuh tetap kuat melawan penyakit.

Perhatikan dan pastikan si kecil makan dengan menu seimbang. Selain itu, orangtua juga perlu memastikan si kecil tidak menunda jam makan, porsinya tercukupi, dan tidak terburu-buru saat makan.

4. Istirahat yang cukup

liburan sehat
Biarkan anak tidur ketika ia sudah lelah. (foto: pixabay/dagon)

Daya tahan tubuh amat berkaitan dengan kualitas tidur. Cukup tidur penting untuk sistem imun yang kuat sehingga tak mudah sakit.

Kuncinya, jangan biarkan anak tidur larut malam karena itu bisa membuat jam tidurnya berantakan. Biasakan si kecil tidur dan bangun di jam yang sama seperti biasanya, serta beristirahat jika memang sudah lelah.


5. Hindari stres

liburan sehat
Selalu dampingi anak selama liburan. (foto: pixabay/public domain pictures)

Selain kurang tidur, stres selama liburan juga melemahakn sistem kekebalan tubuh. Dampingi anak saat liburan.

Jika kamu ternyata sibuk di saat anak-anak libur, pastikan luangkan waktu untuk dihabiskan bersama dengan si kecil. Selain mempererat hubungan dengan anak, hal itu juga bisa membantu anak menghadapi stresnya.(*)

#Kesehatan #Lipsus Liburan Juni
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan