Lapsus Sumpah Pemuda

Leonard Theosabrata: Alih Profesi dari Musisi Jadi Desainer Andal

Rina GarminaRina Garmina - Sabtu, 28 Oktober 2017
Leonard Theosabrata: Alih Profesi dari Musisi Jadi Desainer Andal

Desainer Leonard Theosabrata. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBELUM memilih berkecimpung di dunia bisnis dan desain, desainer papan atas Tanah Air Leonard Theosabrata ternyata berprofesi sebagai musisi. Dan rupanya, menjadi rock star menjadi impian Leo sejak kecil. Hingga ia duduk di bangku sekolah menengah atas, keinginannya menjadi rock star begitu menggebu-gebu.

Ditemui Merahputih.com di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Leo mengaku yang ada di pikirannya sejak SMA hanyalah musik, musik, dan musik.

"Waktu itu gue bukan musisi atau apa yah. Cuma penikmat musik yang punya kegembiraan ketika bermain musik. Intinya itu sih. Cuma ya gak mikirin yang laen," tutur Leo.

Saking semangatnya bermusik, Leo terbersit sebuah cita-cita menghasilkan uang dari hobinya saat itu, yaitu bermusik. Tak banyak yang tahu ternyata Leo sempat bergabung dalam band yang sama dengan musisi ternama Tanah Air, Viky Sianipar. Sayang, band tersebut hanya menjadi proyek iseng mereka semasa sekolah menengah atas. Jadi tak dilanjutkan ke arah yang lebih serius.

"Dulu pernah satu band sama Viky Sianipar. Band biasa doang sih," tutur Leo sambil tertawa.

Seiring berjalannya waktu, Leo banting setir ke dunia desain lantaran ia sadar tidak berbakat di bidang musik. Ia juga amat menyadari setiap orang harus punya batas-batas untuk tahu diri, terutama ketika punya sebuah mimpi. Namun, bukan berarti ia tak bisa menggapai mimpi tersebut.

Melihat realita yang terjadi saat itu, Leo pun berpikir musik bukan jalan hidupnya. "Gue melihat realita, ya. Kayaknya ini bukan jalan hidup gue. Jalan hidup gue di tempat lain, tapi tetep di jalur kreatif. Bukan tiba-tiba gue belajar finance juga," kata Leo.

Pindahnya Leo dari dunia musik ke desain terjadi sejak SMA. Baginya desain tak jauh berbeda dari musik, karena di musik juga banyak karya seni seperti poster street culture seperti grafiti dan sebagainya. Menurut Leo hal itu merupakan "It's all about art direction". Dari situ sense of graphic Leo terpenuhi.

Langkah Leo banting stir ke dunia desain pun ternyata tak main-main. Lulus SMA, pria kelahiran 1977 tersebut melanjutkan studi desain grafis di Art Institute of Houston di Texas. Setelah itu Leo melanjutkan studinya di bidang desain produk di Art Center College of Design di Pasadena, California.

Setelah banting setir, Leo ternyata menjelma menjadi desainer andal Tanah Air yang sukses berbisnis di industri kreatif. (Ryn)

Baca juga artikel Gemailla Gea, Pakai Kopi dan Tanah untuk Efek Perang di Film 'Night Bus'.

#Musisi #Desainer #Leonard Theosabrata
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
The Kid LAROI merilis album terbaru BEFORE I FORGET, menandai fase baru kariernya dengan eksplorasi emosional dan musikal yang lebih matang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
ShowBiz
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
Samsons menutup 2025 dengan merilis single 'Tentang Kita', lagu bernuansa hangat yang mengangkat makna dukungan, kasih sayang, dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
The Funeral Portrait merilis EP 'Dark Thoughts' berisi empat versi lagu, termasuk kolaborasi dengan Danny Worsnop. Angkat tema personal dan solidaritas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
ShowBiz
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
Better Noise Music menutup 2025 dengan delapan single #1, ekspansi artis global, serta kesuksesan Sabaton dan Five Finger Death Punch di pasar internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
ShowBiz
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
James Alyn, musisi Thailand anggota HYBS, berkolaborasi dengan PREP dalam single Don’t Worry, lagu soul pop yang menenangkan dan penuh pesan optimisme.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
Indonesia
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
Berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Earhouse merupakan ruang kreatif yang didirikan oleh duo musisi independen Endah N Rhesa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
ShowBiz
Allan Andersn Rilis Single 'Senafas', Kolaborasi Internasional dengan Komposer Malaysia
Allan Andersn merilis single 'Senafas', karya komposer Malaysia Farouk Roman. Lagu ini menjadi OST drama Setiaku Berdiri dan memperluas jangkauannya di Asia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Allan Andersn Rilis Single 'Senafas', Kolaborasi Internasional dengan Komposer Malaysia
ShowBiz
100 Musisi Bersatu Gelar Konser Amal Heal Sumatra untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
Konser amal tersebut akan digelar dalam dua gelombang, yakni pada 7 Desember 2025 di T Space Bintaro dan 16 Desember 2025 di Lippo Mall Kemang.
Dwi Astarini - Sabtu, 06 Desember 2025
100 Musisi Bersatu Gelar Konser Amal Heal Sumatra untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
ShowBiz
Five Finger Death Punch Rayakan 20 Tahun dengan Album 'Best Of – Volume 2'
Five Finger Death Punch merayakan 20 tahun karier dengan “Best Of – Volume 2”, menampilkan rekaman ulang, versi live, dan single kolaborasi dengan BABYMETAL.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 30 November 2025
Five Finger Death Punch Rayakan 20 Tahun dengan Album 'Best Of – Volume 2'
ShowBiz
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health ini menyebut popularitas mempersingkat usia hingga 4,6 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
 Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Bagikan