Lemang Aceh, Kuliner Khas Berbuka Puasa
Lemang jadi kuliner berbuka puasa khas Aceh. (Foto: instagram/@lemangdaunlerek)
LEMANG merupakan salah satu makanan tradisional khas Aceh yang lebih sering muncul pada momen Ramadan. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak menggunakan seruas bambu.
Di Indonesia, kamu akan banyak menemukannya di berbagai daerah. Namun, kamu akan lebih mudah menemukannya di kawasan Aceh khususnya. Tak hanya masyarakat Aceh saja yang suka, wisatawan mancanegara juga gemar makanan yang satu ini.
Baca juga:
Pembuatan lemang saat bulan puasa bisa dibilang sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Tanah Rencong, Aceh, dan sudah menjadi salah satu menu takjil andalan mereka.
Dimasak dengan bambu? Ya, lemang memang makanan yang cara pembuatannya masih sangat tradisional, yaitu dimasak di dalam seruas bambu. Sebelumnya, lemang digulung terlebih dulu dengan selembar daun pisang. Bahan-bahan yang dipakai juga cukup sederhana, yaitu beras ketan, santan, dan garam.
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam pembuatan lemang yaitu pertama ketan direndam santan terlebih dahulu. Ketan yang sudah direndam santan kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi daun pisang.
Setelah itu barulah dibakar di atas bara api dari pembakaran kayu-kayu bekas. Maksud dari penggunaan daun pisang yaitu supaya ketan tidak lengket. Pembakaran tersebut dilakukan hingga ketan di dalam bambu itu matang. Setelah matang, makanan ini dipotong kecil-kecil menyerupai lontong dan kemudian siap disantap.
Baca juga:
Saat Ramadan tiba, seorang penjual lemang di Aceh bisa menghabiskan 40 sampai 60 bambu beras. Jumlah ini bisa menghasilkan 100 hingga 250 batang bambu yang di dalamnya sudah berisi lemang siang saji.
Harga yang ditawarkan juga bervariasi, antara Rp30 ribu sampai Rp100 ribu. Saking ramainya peminat lemang, dalam sehari para penjual bisa meraup pemasukan sebesar Rp3 juta-Rp4 juta. Lapak lemang biasanya dibuka mulai pukul 15.30 WIB, dan sebelum jam 6 sore lemang sudah habis diburu pembeli.
Tak hanya hadir ketika bulan suci saja, lemang rupanya juga bisa dijumpai di warung-warung yang ada di Aceh. Masyarakat setempat biasanya menikmati lemang di warung kopi, dan lebih nikmat lagi jika ditambah dengan kopi telur kocok atau 'boh manoek weng'.
Kuliner khas Tanah Rencong, ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Memiliki ciri khas yang menggoda, sehingga menggugah selera para penikmatnya. Adonan santan dan beras ketan yang menyatu dalam bambu-bambu buluh yang dibakar secara berderetan itu menciptakan aroma yang sungguh nikmat.
Apakah kamu sudah pernah mencoba makanan khas kota 'Serambi Mekkah' ini? (ans)
Baca juga:
Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara
Bagikan
Berita Terkait
Momen Hari Raya Menjelang Saatnya Percantik Rumah, ini nih Ide Merancang Perabotan yang Fungsional
Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 H dilakukan di 96 Lokasi di Seluruh Indonesia, ini Tempatnya
Semarak Imlek di Jakarta, Pramono Ingin Lebih Berwarna
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Masjid Negara IKN Tinggal Kurang 2% Lagi, Sudah Bisa Dipakai Tarawih Ramadan
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
18-20 Februari Siswa Belajar di Luar Sekolah, Libur Lebaran 23-27 Maret
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan