Merahputih.com - Komisi V DPR RI mendorong penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mengusulkan peningkatan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca.
Langkah strategis ini bertujuan menekan intensitas curah hujan ekstrem yang berisiko memicu bencana besar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga:
Jalan DI Panjaitan Jakarta Banjir 50 Cm, Hanya Bisa Dilalui Satu Lajur
Teknologi Modifikasi Tekan Risiko Bencana
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menegaskan bahwa modernisasi peralatan dan program modifikasi cuaca merupakan prioritas utama.
Pemanfaatan teknologi ini dinilai efektif sebagai strategi mitigasi jangka pendek maupun panjang untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem, terutama saat terbentuknya siklon tropis yang sulit diprediksi.
“Komisi V sudah mendorong BMKG, apalagi jika siklonnya terbentuk sangat ekstrem. BMKG harus membuat langkah-langkah, ya pertama modifikasi cuaca ini. Karena paling tidak modifikasi cuaca bisa mengurangi hujan sampai 30 persen,” ujar Sudjatmiko dalam keterangannya, Senin (9/2).
Kolaborasi Lintas Sektoral Demi Zero Victim
Baca juga:
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Menanggapi dukungan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengapresiasi keberpihakan DPR terhadap penguatan infrastruktur cuaca.
BMKG kini fokus memastikan informasi peringatan dini tersampaikan dengan cepat hingga ke level pemerintah daerah agar aksi penyelamatan bisa segera dilakukan.
“Semangat early warning to early action dan target zero victim ini ke depan terus dikuatkan. Semua pihak harus bergerak bersama, berkolaborasi, serta berkoordinasi antar Kementerian, Lembaga, dan juga pemerintah daerah,” tegas Andri Ramdhani.