Larangan Bawa Laptop dan Ponsel ke Kabin Pesawat Hoax
Ilustrasi (gettyimages)
Kabar larangan membawa komputer jinjing (laptop) dan ponsel (handphone) ke dalam kabin pesawat yang menyebar melalui media sosial ternyata hoax. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan, tidak ada larangan bagi penumpang untuk membawa barang elektronik seperti laptop maupun handphone ke dalam kabin pesawat.
“Barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, Minggu (2/4) melalui keterangan resmi.
Namun, laptop maupun handphone harus melalui pemeriksaan yang lebih ketat, baik dengan sinar X-Ray atau secara manual.
Isu larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, utamanya terhadap pesawat dari Timur Tengah dan Turki yang akan terbang menuju ke Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.
“Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” ujarnya.
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
OPPO Rilis 3 Produk Reno15 Series di Indonesia, Ada Promo Khusus Cek Harga Lengkapnya!
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA