Kunjungan Wisman Asal Tiongkok ke Bali Zoo Turun

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 02 Februari 2020
Kunjungan Wisman Asal Tiongkok ke Bali Zoo Turun

Ilustrasi: Bali Zoo Park (bali-zoo.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke objek wisata Bali Zoo di kawasan Sukawati, Kabupaten, Gianyar, Bali, tercatat menurun.

"Saat ini, kunjungan wisatawan asal China, khususnya pada saat periode libur Tahun Baru Imlek (25/1), menurun sekitar 20-25 persen," ujar Sales & Marketing Manager 'Bali Zoo' Putu Agus Setiawan, Minggu (2/2).

Baca Juga:

13 Warga Jepang Terinfeksi Virus Corona, Tiga Baru Pulang Evakuasi dari Wuhan

Pada periode libur Imlek tahun-tahun sebelumnya, wisatawan asal China yang berkunjung ke Bali Zoo tercatat mencapai angka sekitar 2.000 orang. Namun pada periode Imlek tahun ini tercatat wisman asal Tiongkok hanya sekitar 1.500 orang yang melakukan kunjungan ke Bali Zoo.

Penurunan tersebut dapat terlihat langsung dengan adanya beberapa pembatalan kunjungan tamu asal Tiongkok yang sebelumnya sudah memesan.

Ilustrasi: Bali Zoo Park (bali-zoo.com)

Namun tidak jadi melakukan kunjungan ke Bali Zoo, khususnya tamu Tiongkok yang tergabung dalam grup kecil.

"Mereka membatalkan kunjungan ke Bali Zoo karena berdasarkan informasi, penerbangan mereka dari China juga batal," ucapnya.

Baca Juga:

Bill Gates Sumbang Dana Jutaan Dollar untuk Perangi Virus Corona

"Jadi, mereka tidak dapat melakukan kunjungan ke Pulau Dewata, tapi kunjungan wisman dari berbagai negara lain juga terindikasi mengalami penurunan. Itu terjadi mungkin karena kekhawatiran dampak virus corona," tutup dia. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan