Kubu Jokowi Minta Rakyat Jadi Wasit Penghukum Kecurangan Pemilu

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 30 Agustus 2018
Kubu Jokowi Minta Rakyat Jadi Wasit Penghukum Kecurangan Pemilu

Pesilat Hanifan Yudani Kusumah memeluk Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto seusai meraih medali di cabor Pencak Silat (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kehadiran Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam laga Pencak Silat Asian Games 2018 menjadi kejutan.

Sekretaris Tim Kampanye Kabinet Indonesia Kerja (KIK), Hasto Kristiyanto menyebut hal itu sebagai gambaran nyata bagaimana olah raga untuk nama baik bangsa telah menyatukan para pemimpin.

“Politik menjadi sejuk. Apapun yang namanya perjuangan membawa nama harum bangsa Indonesia tidak membedakan suku, agama, warna kulit, status sosial, maupun gender. Untuk keharuman bangsa semua pimpinan nasional bersatu, apapun partai dan calon presidennya," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/8).

Hasto
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Hasto mengatakan, olah raga mengajarkan sportivitas, kejujuran unjuk prestasi, dan ketaatan pada aturan main. Menurutnya, semangat olah raga inilah yang seharusnya merasuk dalam politik. Untuk itu, politik pun harus mengejar prestasi melalui gagasan-gagasan terbaik untuk Indonesia Raya.

"Mereka yang melakukan kecurangan, kampanye hitam, dan ujaran kebencian, termasuk hoax, sama saja dengan mematikan keadaban bangsa dan sudah selayaknya dihukum oleh ‘wasit politik’, yaitu rakyat Indonesia. Rakyatlah yang bertindak sebagai wasit dan hakim pemilu yang paling adil," tegasnya.

Pencak Silat, kata Hasto, sebagai olah raga yang otentik dan menampilkan watak ke Indonesiaan telah memperkuat kesadaran pentingnya mengangkat hal-hal yang menyentuh originalitas kebangsaan kita.

“Di sini makna kepribadian Indonesia mampu menembus keluar, membawa nama harum Indonesia. Politik olahraga itulah yang seharusnya menjadi cermin dalam jagad politik Indonesia yang seringkali diwarnai kepentingan sempit kekuasaan yang menghalalkan segala cara," paprnya.

Megawati, Wapres Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto saat menyaksikan Pencak Silat di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta (Foto: INASGOC)/

Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin, Hasto menjanjikan tim kampanye Jokowi akan meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tersebut. Pileg dan pilpres, kata Hasto, seharusnya juga berkonsentrasi pada nama harum Indonesia.

"Marilah bersatu dalam Pancasila, dan berkomitmen menolak berbagai sekat pemecah belah. Sekiranya kita bersatu dan terus kedepankan prestasi, maka bangsa Indonesia bisa bergerak cepat menuju kemajuan di segala bidang kehidupan. Setiap energi negatif berupa hoax, akan memperlambat kemajuan. Jokowi-Kya Ma’ruf Amin lebih memilih cara yang membawa kemajuan tersebut," pungkasnya. (Pon)

#Hasto Kristiyanto #Jokowi-Ma'ruf Amin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia harus tetap teguh sebagai suri teladan dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penghisapan antar bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 April 2026
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Beredar kabar yang menyebut PDIP usung sekjen mereka, Hasto Kristiyanto, maju di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasnya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Indonesia
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Makna Sumpah Pemuda tidak hanya soal persatuan teritorial, tetapi juga semangat kebangsaan dan kesadaran geopolitik yang menjadi fondasi kuat Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Indonesia
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Peringatan Hari Santri 2025 dimaknai PDIP sebagai momentum untuk membangkitkan kekuatan moral dan rasa percaya diri bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Oktober 2025
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Bagikan