MerahPutih.com - Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke arah kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 WITA tanpa alarm maupun pemberitahuan sebelum tenggelam.
Hal itu terungkap berdasarkan kesaksian penumpang yang selamat, Ahmad Saudi. Ahmad mengatakan, dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberitahukan kapal dalam kondisi miring.
Baca juga:
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Kemenhub Dirikan Posko Darurat di Banjarmasin
Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Kemudian, ia segera berdiri dan melihat kapal memang sudah mengalami kemiringan sebelum berupaya menyelamatkan diri.
Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah.
kata Ahmad, Minggu (13/9)
Setelah berada di bagian bawah kapal, Ahmad berpegangan pada tiang dekat jendela untuk mempertahankan tubuhnya ketika kapal semakin miring. Lalu, mengikuti posisi kapal hingga berhasil bergerak menuju bagian atas sebelum kapal semakin tenggelam.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.
Baca juga:
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Ahmad pun menyelamatkan diri menggunakan perahu karet setelah kapal semakin tenggelam, kemudian bertahan bersama penumpang lainnya dalam kondisi laut masih gelap sambil menunggu pertolongan dari kapal yang datang menyelamatkan.
Ia juga menyebutkan, ada 15 orang di dalam perahu karet dan seluruhnya berhasil dievakuasi ke kapal penolong. Kelompok tersebut terdiri dari laki-laki dan tidak ada penumpang perempuan.
Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada.
tambah Ahmad
Menurut Ahmad, kondisi laut saat berada di perahu karet cukup berat, karena angin dan gelombang besar terus menghantam perahu selama sekitar tiga jam, sehingga mereka harus bertahan hingga pertolongan datang.
“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.
Mayoritas Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Laki-laki
Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring. Namun, berdasarkan pengamatannya, sejumlah orang yang berhasil keluar dan mencapai perahu karet merupakan laki-laki.
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.
Ahmad merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru. Ia berada dalam perjalanan membawa unit bus ke Kalimantan setelah mengambil bus dari Surabaya.
Baca juga:
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berlanjut, TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal
Basarnas mengonfirmasi data sementara, ada sebanyak 107 penumpang selamat dan berhasil dievakuasi dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan untuk memaksimalkan proses pencarian di lokasi kejadian di perairan Masalembo, Laut Jawa, meliputi 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat. (*)