Krisis Pangan Hantui Dunia, Jokowi Diminta Diperbesar Anggaran Belanja

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 26 Juni 2022
Krisis Pangan Hantui Dunia, Jokowi Diminta Diperbesar Anggaran Belanja

Beras. (Foto: MP/ Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Inflasi yang tinggi dan krisis pangan menghantui berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia karena ganguan rantai pasok global.

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto meminta Presiden Joko Widodo agar serius mengantisipasi adanya potensi krisis pangan.

Baca Juga:

Beras Melimpah, Pemerintah Siap Hadapi Potensi Krisis Pangan Dunia

"Saat ini tanda-tanda krisis pangan tersebut sudah semakin terasa,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (27/6).

Tercatat, rencana anggaran negara tahun 2023 untuk sektor pangan tersebar pada Kementerian Pertanian sebesar 13, 7 triliun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 6,1 triliun serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 6,18 triliun.

"Anggaran sebesar itu tidak cukup untuk menghadapi krisis pangan. Sangat rendah dibandingkan sektor lain yang tidak ada hubungannya dengan pangan," katany.

Ia juga menuturkan, belanja negara sektor pangan yang minim itupun didominasi untuk daya dukung manajemen. Adapun belanja yang bersentuhan langsung dengan produktivitas pangan sangat rendah.

Hermanto mendesak pemerintah agar serius dan punya strategi besar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Terutama dalam memperbesar anggaran, mengembangkan teknologi pertanian tepat guna, mendorong produktivitas pangan domestik dan serapannya serta sekuat tenaga mengurangi impor pangan.

"Yang tidak kalah penting, fokus mewujudkan kedaulatan pangan," katanya.

Penasihat Pembangunan Berkelanjutan PBB, David Nabarro mengusulkan tindakan yang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan, yaitu meningkatkan ketersediaan bahan pangan dan pupuk, mengintervensi upaya penurunan harga, mengintegrasikan kembali pasokan pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina ke pasar dunia.

"Selain itu, mencabut aksi pembatasan ekspor, melarang upaya penimbunan pasokan, meningkatkan akses petani ke benih, pupuk, dan input lainnya sekaligus mempertahankan transformasi sistem pangan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Indonesia Bawa Isu Pangan pada KTT G7 di Jerman

#Harga Sembako #Data Pangan #Harga Pangan #Inflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Harga Cabai di Jawa Tengah Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Pedagang Makanan Kelimpungan
Harga cabai di Jawa Tengah kini menembus Rp 90 ribu per kilogram. Pedagang makanan pun mulai kelimpungan.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Harga Cabai di Jawa Tengah Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Pedagang Makanan Kelimpungan
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Cari tahu update harga pangan hari ini sebelum ke pasar! Harga cabai rawit merah meroket sampai Rp84.400 dan telur ayam ikut naik. Intip daftar harga sembako terkini selengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Bagikan