KPUD Yogyakarta Minta 4 Partai Ini Lengkapi Berkas
Komisioner KPUD Yogyakarta menyerahkan bukti kelengkapan berkas ke perwakilan PSI. (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta mencatat hingga batas akhir pendaftaran peserta pemilu pukul 00.00 WIB tercatat ada 16 partai yang sudah mendaftar.
Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto menjelaskan, berkas 12 dari 16 partai tersebut sudah dinyatakan lengkap.
"Adapun ke-12 partai itu adalah PSI, Nasdem, Perindo, PDIP, Gerindra, PKS, Golkar, Garuda, Demokrat, PPP, PBB, dan PKPI," kata Wawan melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa (17/10).
Sementara, berkas 4 partai lain dipulangkan dan diminta untuk dilengkapi. Wawan menjelaskan, keempat partai itu sudah mendaftar dan menyerahkan berkas. Namun, jumlah berkas yang dikumpulkan tidak singkron dengan jumlah data di Sipol.
"Ada yang Kartu Tanda Anggota atau KTP-nya kurang. Bahkan ada yang nama pesertanya gak sama dengan yang dalem Sipol. Maka itu, kami minta lengkapi," katanya.
Partai yang masih harus melengkapi berkas adalah PAN, Hanura, PIKA, dan Berkarya. "Keempat partai itu masih harus memperbaiki berkas. Kami kasih waktu 1x24 jam," tandasnya.
Kantor KPU Kota Yogyakarta masih membuka kesempatan partai lain untuk mengumpulkan berkas paling lambat malam ini pukul 24.00 WIB, dengan syarat partai politik sudah mendaftar ke Sipol pusat.
Usai seluruh partai mendaftar, pihak KPUD akan memverifikasi semua data yang dikumpulkan. Data tersebut akan diteliti kebenarannya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Resmi Jadi Gubernur DKI, Ini Doa Guru SD Anies Baswedan di Yogyakarta
Bagikan
Berita Terkait
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda