KPAI Desak Polisi Tuntaskan Kasus Fabioli

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Senin, 13 Juli 2015
KPAI Desak Polisi  Tuntaskan Kasus Fabioli

Fabioli de Oliviera (foto/instagram)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Celeb - Hingga kini kasus penyiraman air keras kepada artis muda Fabioli de Oliviera belum menunjukkan titik terang. Sudah hampir 6 bulan kasus tersebut mangkrak di Polsek Metro Palmerah.

Setelah mentok di pihak kepolisian, Olivia menyambangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Bersama dengan Rusdianto selaku kuasa hukumnya, Fabioli mengadu ke KPAI. Pengaduan diterima oleh seorang komisioner KPAI, Susanto.

"Yang pertama tentu kami mengapresisasi masyarakat, karena mau melaporkan kasus ini ke KPAI. Ini hak warga negara untuk melapor. Saat ini KPAI masih mendalami kasus ini," kata Susanto di kantor KPAI, Menteng, Jakarta, Senin (13/7).

Selain itu, Susanto mengatakan jika KPAI akan segera mengirimkan surat tertulis kepada kepolisian terkait tindak lanjut kasus yang terbengkalai.

"Kami akan berusaha mendorong kasus ini agar cepat diproses oleh polisi. Saya kira kami akan lakukan pemantaun," kata Susanto.

Untuk mengenai trauma Fabioli, Susanto menyarankan agar Fabioli diberikan tempat untuk mendapatkan rehabilitasi agar trauma yang diterimanya tidak berkepanjangan.

Seperti diberitakan Merahputih.com sebelumnya, kasus tersebut bermula saat Fabioli hendak pulang sekolah tanggal 28 Januari 2015 lalu. Pada sore hari sekitar setengah 4, Fabioli tiba-tiba diikuti oleh dua orang yang tak dikenal dengan mengendarakan sepeda motor. Belum sempat menghindar, ia langsung disiram air keras di depan Kelurahan Slipi.

Polisi sendiri sempat memanggil seorang laki-laki berinisial SA untuk dimintai keterangan terkait peristiwa penyiraman air keras kepada artis muda. Usai dimintai keterangan polisi, hingga kini keberadaan SA tidak jelas. (yni

BACA JUGA:  

Polisi Gantung Kasus Fabioli 

Dicueki Kepolisian, Fabioli Adukan Kasus Kekerasan ke KPAI 

 

 

 

 

 

#KPAI #Fabioli De Oliviera
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Kewaspadaan orang tua harus lebih peka khususnya untuk memastikan materi tugas sekolah yang diberikan tidak berpotensi membahayakan keselamatan anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Indonesia
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Dari hasil koordinasi KPAI dengan polisi, diduga tidak terjadi bentrokan langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dengan siswa SMAN 2 Bandung saat itu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Indonesia
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
"Aparat negara adalah representasi negara. Ketika aparat melakukan kekerasan terhadap anak, maka negara wajib hadir secara tegas untuk menegakkan keadilan."
Frengky Aruan - Selasa, 24 Februari 2026
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Indonesia
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
KPAI menekankan pentingnya pendekatan ramah anak dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
Indonesia
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Lemahnya langkah antisipatif membuat kasus kekerasan terhadap anak terus berulang.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Indonesia
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Tindakan pendakwah berinisial E tersebut dinyatakan menyerang harkat dan martabat anak.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
KPAI minta sekolah perkuat sistem deteksi dini dan literasi digital siswa usai ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga dilakukan murid korban perundungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Upaya deteksi dini dan respons cepat dalam menangani kasus perundungan, penting dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih buruk dari perilaku perundungan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Bagikan