Pemilu 2019

Kotak Suara Kardus, Jubir BPN Tegaskan Demi Kedaulatan Rakyat Jangan Bicara Harga

Eddy FloEddy Flo - Senin, 17 Desember 2018
Kotak Suara Kardus, Jubir BPN Tegaskan Demi Kedaulatan Rakyat Jangan Bicara Harga

Jubir BPN Prabowo-Sandi Viva Yoga Mauladi (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Jubir Badan Pemenagan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi menanggapi keputusan KPU untuk menggunakan kotak suara kardus di Pemilu mendatang.

Seharusnya, kata dia kotak suara itu yang tidak tembus air dan tahan dari kerusakan benda-benda tajam. Meskipun nanti harganya lebih mahal.

"Jadi kalau dulu kan pakai aluminium kan. Jadi saya rasa perlu dipertimbangkan kembali oleh KPU," kata Viva Yoga di KPU RI, Senin (17/12).

Pernyataan Politisi PAN juga menyanggah alasan kubu Jokowi yang menyetujui penggunaan kotak suara kardus karena harganya lebih murah.

Ilustrasi Kotak Suara Pemilu
Ilustrasi kotak suara Pemilu (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

"Tidak usah lagi melihat dari sisi harganya, tapi dari sisi keamanannya. Kalau tingkat keamanan semakin tinggi, itu pasti harganyapun akan semakin mahal," ucapnya.

Menurutnya, pengamanan surat suara dari kerusakan adalah mutlak. Sebab surat suara merupakan representasi kedaulatan rakyat yang disalurkan melalui kotak suara pemilu.

"Jadi rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara melalui Pemilu menyalurkan aspirasinya di dalam kotak-kotak suara itu. Itu adalah suara rakyat yang harus dijaga mati-matian, jangan sampai rusak, jangan sampai dimanipulasi," ujar dia.

Karenanya, kotak suara itu prinsipnya adalah mengamankan suara rakyat yang dihasilkan dari proses Pemilu. "Sebab negara ini rakyat berdaulat, maka negara wajib untuk mengamankan surat suara itu di dalam kotak suara yang kuat," tambahnya.

Oleh sebab itu, KPU dan pemerintah tentu harus memikirkan bagaimana suara rakyat aman berada di dalam kotak suara.

"Kita bicara soal suara yang ada di dalam kotak suara. Ini harus dijaga betul. Jangan sampai rusak, dimanipulasi, direkayasa hanya karena faktor yang tidak substansial. Misalnya hanya karena air atau karena benda tajam dan lain sebagainya," pungkas Viva Yoga Mauladi.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Soal Perusakan Atribut Demokrat, PKS: Premanisme Politik Harus Disudahi

#Viva Yoga #Komisi Pemilihan Umum #Kotak Suara #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
MBG Diminta Setop Sementara, Ekonom Soroti Anggaran hingga Kasus Keracunan
Ekonom Achmad Nur Hidayat meminta program MBG dihentikan sementara. Ia menyoroti anggaran hingga kasus keracunan.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
MBG Diminta Setop Sementara, Ekonom Soroti Anggaran hingga Kasus Keracunan
Indonesia
Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik, Bahlil Ungkap Alasannya
Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alasannya.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik, Bahlil Ungkap Alasannya
Indonesia
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Ribuan motor listrik MBG kini masih dalam proses perakitan. Meski tersandung kasus korupsi, tetapi nasib motor listrik itu menunggu keputusan Prabowo.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Indonesia
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung angka 8 yang dianggapnya sebagai simbol keberuntungan.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Indonesia
Terima Surat Surat Kepercayaan Duta Besar 9 Negara, Prabowo Tegaskan Prinsip Dasar Diplomatik RI
Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar negara sahabat.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Terima Surat Surat Kepercayaan Duta Besar 9 Negara, Prabowo Tegaskan Prinsip Dasar Diplomatik RI
Indonesia
UU Polri Disahkan, Kapolri Berpeluang Menjabat Lebih Lama Lewat Keputusan Presiden
DPR resmi mengesahkan UU Polri. Dalam aturan itu, masa jabatan Kapolri berpeluang diperpanjang sesuai keputusan presiden.
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
UU Polri Disahkan, Kapolri Berpeluang Menjabat Lebih Lama Lewat Keputusan Presiden
Indonesia
DPR Titip Pesan ke Said Iqbal, Fokus Bereskan PHK hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Said Iqbal mendapat tugas berat usai dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Buruh.
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
DPR Titip Pesan ke Said Iqbal, Fokus Bereskan PHK hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan bisa membubarkan DPR lewat dekrit. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Indonesia
Prabowo Bakal Lantik Pimpinan Baru BGN dan Said Iqbal di Istana Negara Sore ini
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan melantik beberapa pejabat pada Senin (8/6). Presiden Buruh, Said Iqbal, juga ikut dilantik.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Prabowo Bakal Lantik Pimpinan Baru BGN dan Said Iqbal di Istana Negara Sore ini
Indonesia
Istana Bantah Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu, Tegaskan Jangan Percaya Rumor
Istana membantah isu Menkeu Purbaya diganti Chatib Basri. Mensesneg Prasetyo Hadi meminta masyarakat tak percaya isu.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Istana Bantah Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu, Tegaskan Jangan Percaya Rumor
Bagikan