Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kota Seoul Perketat Batas Kecerahan Papan Iklan, tapi Alasan Utamanya bukan Hemat Energi di Tengah Krisis Iran

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
 Kota Seoul Perketat Batas Kecerahan Papan Iklan, tapi Alasan Utamanya bukan Hemat Energi di Tengah Krisis Iran

Ilustrasi iklan LED.(foto: pexels-jimmy-liao)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — NYALA papan iklan Kota Seoul tak akan lagi menyilaukan di malam hari. Papan iklan LED nan membuat mata memicing kini harus mengikuti aturan batas kecerahan yang ditetapkan Pemerintah Metropolitan Seoul. Namun, alasan pembatasan ini bukanlah hemat energi di tengah krisis Iran, melainkan lebih ke pertimbangan keamanan dan keselamatan pengendara.

Pemerintah Metropolitan Soul telah menetapkan batas kecerahan papan iklan LED malam hari yang lebih ketat. Aturan baru ini berlaku untuk papan iklan LED berukuran besar di seluruh Seoul. Hal ini diberlakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai kelelahan visual bagi pejalan kaki dan pengemudi. Seperti dilansir The Korea Times, langkah ini diambil setelah adanya laporan yang menyebutkan cahaya terang dari layar digital besar dapat mengganggu penglihatan saat berkendara pada malam hari sehingga memicu meningkatnya keluhan mengenai polusi cahaya.

Pemerintah kota pada Selasa (31/3) mengatakan telah menyusun peraturan rinci mengenai batas kecerahan untuk papan iklan LED luar ruang. Di Korea Selatan, setiap pemerintah daerah diwajibkan menetapkan regulasi sendiri mengenai kecerahan dan warna iklan luar ruang.

Menurut aturan tersebut, batas kecerahan pada siang hari, yang merupakan batas siang hari pertama di antara pemerintah daerah, ditetapkan 7.000 candela per meter persegi. Ambang batas tersebut ditetapkan berdasarkan data lapangan dan standar internasional setelah berkonsultasi dengan pelaku industri dan para ahli, dengan tetap memastikan visibilitas yang memadai di lokasi. Untuk malam hari, batas kecerahan dibuat bertingkat berdasarkan ukuran layar dan waktu, berkisar 350 hingga 500 candela, jauh di bawah batas maksimum saat ini yang mencapai 1.500 candela.

Papan iklan dengan ukuran 30 hingga 225 meter persegi dikategorikan sebagai ukuran sedang, sedangkan yang melebihi 225 meter persegi diklasifikasikan sebagai ukuran besar.

Baca juga:

Comeback makin Dekat, BTS Pasang Instalasi Promo di Pusat Kota Seoul



Aturan baru yang lebih ketat ini mengatur bahwa dari satu jam setelah matahari terbenam hingga tengah malam, batas kecerahan ditetapkan 500 candela untuk papan ukuran sedang dan 400 candela untuk ukuran besar. Setelah tengah malam, batas tersebut diperketat menjadi 400 candela dan 350 candela. Pemerintah kota menetapkan batas itu berdasarkan survei terhadap 52 papan iklan yang dilakukan pada Januari hingga Maret. Regulasi ini akan berlaku untuk semua papan iklan berukuran 30 meter persegi atau lebih mulai Rabu.

Peraturan tersebut juga mengatur praktik konten, dengan mendorong operator untuk menggunakan visual dengan kecerahan rendah dan transisi gambar yang lebih halus, serta meminimalkan kilatan cahaya terang. Langkah ini diperkirakan dapat mengurangi konsumsi energi sekitar 15 persen.

“Standar ini bukan tindakan pengetatan secara menyeluruh terhadap kecerahan papan iklan, melainkan perbaikan rasional yang menyeimbangkan keterbacaan iklan, kenyamanan visual bagi warga, dan efisiensi energi,” kata kepala Biro Kebijakan Desain kota Seoul Choi In-kyu. Ia menambahkan pemerintah kota akan terus berupaya membuat jalan-jalan di Seoul lebih aman dan lebih nyaman secara visual.

Seoul mulai memperluas pemasangan papan iklan besar setelah dorongan pemerintah untuk menciptakan markah perkotaan dan mempromosikan industri iklan luar ruang, dengan kawasan yang dipenuhi papan iklan yang terinspirasi dari Times Square di New York.

Otoritas Kota Seoul secara bertahap memperluas zona tampilan bebas, dengan regulasi papan iklan lebih longgar, yang dimulai dari Coex di Distrik Gangnam pada 2016 lalu meluas ke Gwanghwamun Square dan Myeong-dong. Beberapa bangunan di kawasan tersebut kini memiliki layar raksasa yang melebihi 1.200 meter persegi.(dwi)

Baca juga:

Aji Mumpung Banget ini, Seoul Tawarkan Paket Wisata dengan Kelas Tari 'KPop Demon Hunters'

#Korea Selatan #Hemat Energi #Seoul
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Olahraga
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Pelatih Hong Myung-Bo menginstruksikan anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal guna meredam agresivitas penyerang sayap Meksiko, Julian Quinones
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Dunia
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Ia memerintahkan infiltrasi drone ke Korut demi meningkatkan ketegangan lintas perbatasan dan menciptakan alasan pemberlakuan darurat militer di Desember 2024.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Olahraga
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Meksiko mengemas tiga poin penuh berkat keunggulan selisih gol
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Fun
BAIC BJ30 Hybrid Jadi Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Tembus 15,5 Km per Liter!
BAIC BJ30 Hybrid bisa menjadi solusi di tengah kenaikan harga BBM. Konsumsi BBM mobil ini menembus 15,5 km per liter.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
BAIC BJ30 Hybrid Jadi Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Tembus 15,5 Km per Liter!
Bagikan