Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang, 65 Masih Hilang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang, 65 Masih Hilang

Bencana banjir di Kabupaten Mandailing Natal ANTARA/HO-Humas Pemkab Madina

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara terus bertambah. Hingga Jumat (28/11), korban meninggal dunia mencapai 62 orang di sejumlah kabupaten/kota terdampak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan berdasarkan hasil rekapitulasi Polda Sumut terdapat ratusan warga yang menjadi korban bencana alam tersebut. Mereka terdiri dari korban meninggal dunia, luka berat, luka ringan, serta korban hilang.

“Sebanyak 222 orang menjadi korban dalam bencana ini. 62 orang di antaranya meninggal dunia, 13 luka berat, 82 luka ringan, dan 65 orang masih dalam pencarian,” kata Ferry kepada wartawan, Sabtu (28/11).

Wilayah terdampak terparah meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), serta sebagian wilayah Kota Medan. Hingga kini, ribuan warga terpaksa mengungsi.

“Sebanyak 9.845 orang yang terdampak masih mengungsi di lokasi-lokasi yang telah disediakan,” ujarnya.

Baca juga:

Bencana Hidrometeorologi Meluas, Pemprov Sumut Aktifkan Status Darurat 14 Hari

Dalam laporan resmi Polda Sumut, terdapat tujuh wilayah tambahan yang kini ikut terdampak banjir dan longsor, yaitu Kota Medan, Deli Serdang, Tanah Karo, Tebing Tinggi, Batubara, Asahan, dan Binjai.

Intensitas hujan tinggi diduga menjadi penyebab utama bencana beruntun yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, petugas juga masih membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan utama sehingga menghambat proses distribusi bantuan.

Baca juga:

1.030 Personel Polri Turun ke Lokasi Bencana Sumut, Buka Akses Jalan dan Cari 88 Korban Hilang

Upaya pemulihan terus dilakukan. Polda Sumut mengerahkan kendaraan communication mobile (comob) untuk menyediakan jaringan WiFi gratis bagi para korban banjir di Tapanuli Tengah.

Layanan ini diberikan untuk memudahkan para penyintas berkomunikasi dengan keluarga mereka, mengingat banyak jaringan telekomunikasi yang terdampak bencana.

Banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai daerah di Sumatra Utara ini menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan skala kerusakan yang luas dan proses pencarian korban yang masih terus berlangsung. (Knu)

#Bencana Alam #Bencana Hidrometeorologi #Sumatra #Sumatra Utara #Banjir #Longsor
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun untuk tiga tahun ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Indonesia
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
KA Rajabasa Lampung–Palembang kini hadir dengan kereta ekonomi premium modifikasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Indonesia
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Pemerintah mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan disiapkan untuk mendukung swasembada pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Indonesia
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
DPR mendukung pembangunan jalur kereta api Banda Aceh-Bandar Lampung. KAI pun diminta tak mengabaikan jalur lama.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Bagikan