MerahPutih.Com - Otoritas Mesir merilis data terbaru korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri saat salat Jumat di sebuah masjid kawasan Sinai Utara. Korban tewas dalam serangan milisi yang menghancurkan di sebuah masjid pada Jumat di Sinai Utara, Mesir, meningkat menjadi 305 orang, termasuk 27 anak, dan 128 orang cedera, menurut kantor berita MENA, Sabtu.
Pada Jumat, milisi meledakkan bom dan menembaki jamaah dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut, menurut laporan media pemerintah dan para saksi.
Sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (25/11) belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejak 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi ISIS di wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun itu. Sementara itu, milisi-milisi telah membunuh ratusan polisi dan tentara.
Media pemerintah memperlihatkan gambar para korban yang berlumuran darah dan tubuh-tubuh yang ditutup selimut di dalam masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah barat El Arish, kota utama di Sinai Utara.
"Mereka menembaki orang-orang saat mereka meninggalkan masjid," ujar seorang penduduk setempat yang kerabatnya berada di tempat kejadian. "Mereka juga menembaki ambulans," jelasnya.
Menyerang masjid akan menjadi perubahan taktik bagi milisi Sinai, yang biasanya menyerang tentara dan polisi dan gereja-gereja Kristen.
Saluran berita Arabiya dan beberapa sumber lokal mengatakan beberapa anggota jamaah beraliran Sufi, yang oleh kelompok-kelompok seperti ISIS dijadikan target karena mereka menghormati para wali dan tempat-tempat suci, yang bagi milisi Islamis sama saja dengan penyembahan berhala.
Cabang Sinai adalah salah satu cabang ISIS yang masih ada, setelah runtuhnya kekhalifahan yang diumumkan sendiri di Suriah dan Irak pascakekalahan militer oleh pasukan yang didukung AS.
Presiden Abdel Fattah al-Sisi, mantan komandan angkatan bersenjata yang menghadirkan dirinya sebagai benteng pertahanan terhadap militansi Islam, mengadakan pertemuan darurat dengan menteri pertahanan dan menteri dalam negeri serta kepala intelijen segera setelah serangan tersebut, kata kantor kepresidenan dan televisi pemerintah.
Al-Sisi berjanji serangan itu "tidak akan luput dari hukuman".
"Keadilan akan ditegakkan terhadap semua pihak yang berpartisipasi, memberikan kontribusi, mendukung, mendanai, atau menghasut serangan pengecut ini," demikian tegas al-Sisi.(*)